PONTIANAK POST - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan II-2025 tercatat sebesar 5,59 persen (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menyampaikan bahwa sektor pertambangan dan penggalian mencatatkan pertumbuhan dengan lonjakan signifikan.
“Dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 39,24 persen,” ungkapnya.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan II-2025 (YoY), tercatat tertinggi dialami oleh komponen impor barang dan jasa sebagai komponen pengurang sebesar 104,24 persen.
Ekonomi Kalimantan Barat triwulan II-2025 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 1,94 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,53 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah komponen impor barang dan jasa sebagai komponen pengurang sebesar 33,58 persen.
Ekonomi Kalimantan Barat semester I-2025 terhadap semester I-2024 tumbuh sebesar 5,30 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian pertumbuhan tertinggi sebesar 27,31 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dialami oleh komponen impor barang dan jasa sebagai komponen pengurang sebesar 76,50 persen.
“Perekonomian Kalimantan Barat triwulan II-2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp81.108,71 miliar dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp42.463,86 miliar,” paparnya.
Meski pertambangan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari sisi produksi, namun lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi struktur ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan II-2025 sebesar 20,91 persen. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi dari sisi produksi didominasi oleh industri pengolahan sebesar 15,66 persen, perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,30 persen, dan konstruksi sebesar 12,50 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 48,95 persen. Selanjutnya didominasi oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 32,86 persen, serta ekspor barang dan jasa sebesar 18,89 persen. (sti)
Editor : Hanif