PONTIANAK POST - Tiga anak muda Kalbar berhasil lolos seleksi Program Calon Dai Muda (PCDM) 2025 yang digelar Subdit Dakwah Kementerian Agama RI.
Mereka adalah Husnul Halikin asal Pontianak, Dede Ruslandi asal Ketapang dan Ghadiya Shophia Khairiyyah dari Sintang. Husnul Halikin, peserta asal Pontianak senang bisa mengikuti kegiatan ini. Bahkan, mereka mendapat kesempatan magang di pesantren.
Ada enam pesantren yang terpilih sebagai Lokasi magang dan semua ada di Jawa Barat. Selain memiliki sistem taklim yang mapan, pesantren tersebut juga telah mengembangkan usaha produktif yang dikelola secara profesional. Peserta dapat melihat model pemberdayaan ekonomi yang nyata sehingga nanti mereka dapat menirunya di daerah masing-masing.
Husnul berharap kegiatan ini membawa dampak bekelanjutan dan bermanfaat bagi banyak orang.
“Besar harapan kami, kegiatan PCDM 2025 ini dapat membawa dampak yang berkelanjutan, terutama bagi para dai, agar dapat dikontribusikan, diberdayakan, dan diprioritaskan dalam berbagai kegiatan dakwah di daerah masing-masing, seperti program Dai 3T dan aktivitas dakwah lainnya yang membawa kemaslahatan umat,” ujarnya.
Ketiganya kini siap mengabdi di daerah masing-masing sebagai agen perubahan dan pembawa rahmat bagi seluruh umat.
Kabid Penaiszawa, Kanwil Kemenag Kalbar, Rohadi menuturkan rasa bangganya atas pencapaian ketiga pendakwah muda Kalbar itu.
Dari total 657 pendaftar, hanya 200 peserta yang terpilih untuk mengikuti pembibitan dai muda yang mengusung semangat dakwah moderat dan pemberdayaan umat. Para peserta merupakan dai muda yang aktif berdakwah di media sosial dengan pendekatan inovatif.
PCDM 2025 berlangsung 4–14 Agustus 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
"Peserta mendapatkan pembekalan empat hari dari narasumber nasional, termasuk KH. Fajar Laksana, Pimpinan Ponpes Al-Fatih, sebelum menjalani magang di pondok pesantren seperti Ponpes Nurul Huda Setu, Bekasi," ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan dibiayai penuh oleh panitia,mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga uang saku, dan diakhiri dengan pemberian sertifikat resmi berdakwah.
"Selain benefit tetapi juga kesempatan besar untuk bisa belajar dan mendapat relasi dan pengalaman," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif