PONTIANAK POST - Rumah dengan kondisi memprihatinkan masih ditemukan di Kota Pontianak. Satu diantaranya, adalah rumah milik pasangan Davidi dan Julia Margareta yang terletak di Gang Pajajaran V, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat.
Rumah tersebut kini telah diperbaiki, hasil dari donasi masyarakat kolaborasi dengan program dari Pemerintah Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melihat langsung perbaikan rumah milik Davidi, Jumat (15/8) kemarin.
Alokasi anggaran perbaikan rumah tersebut diklaim melalui program bedah rumah. Rumah tersebut juga ketiban program bedah WC yang alokasi anggarannya menggunakan dana dari pemerintah pusat.
Edi menegaskan, fokus perbaikan tidak hanya pada konstruksi bangunan, tetapi juga pada kelayakan hunian dari sisi sirkulasi udara, pencahayaan, dan aspek kesehatan lainnya.
“Kondisi keluarga Davidi sendiri tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kategori D2 dan kita juga telah mendaftarkan anak Davidi ke Sekolah Rakyat agar mendapatkan akses pendidikan,” ungkap Edi.
Ia mengimbau pengurus RT dan RW untuk aktif melaporkan kondisi warganya, baik terkait kelayakan hunian maupun permasalahan sosial lainnya. “Kita akan berusaha menanggulangi dan mengatasi masalah yang ada di masyarakat,” tuturnya.
Davidi (43) mengaku bersyukur rumahnya mendapat bantuan perbaikan. Sebelumnya, kondisi rumah yang ia tinggali bersama keluarganya sering bocor ketika hujan.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Wali Kota, pemerintah kota dan semua pihak yang membantu. Rumah ini akan saya jaga dan rawat sebaik mungkin,” katanya.
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan, data menjadi dasar penentuan kucuran berbagai program sosial bagi masyarakat Kota Pontianak. Salah satunya program bedah rumah dan sanitasi warga.
Menurutnya item pemberian bantuan rumah tidak layak huni itukan ada indikatornya.
Ketika rumah tersebut masuk pada item indikator yang sudah ditentukan, otomatis akan masuk dalam data. Sehingga ketika program tersebut dikucurkan dasar pemerintah menindaklanjuti program ini dari data tersebut.
Sehingga bantuan bedah rumah memang sudah semestinya dikerjakan tanpa menunggu viral. Tetapi jika bantuan bedah rumah dilakukan ketika viral, menurutnya data penerima bantuan ini patut dipertanyakan.
Dia menambahkan, persoalan kemiskinan di Kota Pontianak inikan fluktuatif. Bisa saja di hari ini masyarakat ekonominya kurang mampu.
Namun di beberapa bulan ke depan perekonomiannya menanjak bagus. Atau malah sebaliknya.
Data-data ini sudah semestinya, mengikuti grafik yang dinamis. Dinas terkait kata dia acara kerjanya juga mesti dinamis. Tidak bisa hanya berpatokan pada data update tahunan. Atau data yang digunakan baru akan diperbarui setiap beberapa tahun sekali.
Menurutnya, hal-hal seperti ini terkadang membuat pemerintah mengucurkan anggaran ke masyarakat tidak tepat sasaran.
“Saya rasa dalam mengentaskan angka kemiskinan, dinas perlu memiliki data dinamis. Jika data ini terus update saya pastikan program yang dijalankan akan benar-benar menyasar pada penerima manfaat. Artinya bantuan tidak mungkin salah sasaran,” ungkapnya. (iza)
Editor : Miftahul Khair