Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Indonesia Belum Sepenuhnya Merdeka, Veteran Soroti Korupsi dan Pengangguran

Mirza Ahmad Muin • Senin, 18 Agustus 2025 | 09:41 WIB
UPACARA BENDERA : Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di halaman Kantor Gubernur serta dipimpin Gubernur Kalbar Ria Norsan, Minggu (17/8).
UPACARA BENDERA : Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di halaman Kantor Gubernur serta dipimpin Gubernur Kalbar Ria Norsan, Minggu (17/8).

PONTIANAK POST - Di hari kemerdekaan 80 tahun Indonesia, veteran Indonesia DS Mattalim (86) memandang jika kemerdekaan belum didapat sepenuhnya oleh bangsa Indonesia. Persoalan korupsi, pengangguran hingga sulitnya masyarakat mendapat akses pendidikan menjadi sorotannya.

“Di HUT RI ke 80 ini, saya berharap kemerdekaan bisa benar-benar dirasakan oleh semua masyarakat Indonesia. Sekarang saya lihat masih banyak persoalan dihadapi masyarakat, mulai dari korupsi pejabat, pengangguran hingga sulitnya mendapatkan akses pendidikan,” ujar Mattalim usai upacara bendera di Lapangan Keboen Sajoek (PSP), Minggu (17/8).

Karena sudah 80 tahun merdeka, sudah seharusnya rakyat semakin sejahtera. Dia pun berharap, kondisi negara saat ini bisa terus semakin maju. Kejadian yang ditemukan saat ini seperti temuan kasus korupsi kalau bisa dihukum seberat-beratnya. Jika perlu, kata dia, berikan hukuman mati pada koruptor.

"Sekarang, angka pengangguran makin banyak. Cari kerja makin sulit. Begitu juga ketika masyarakat akan mendaftarkan anaknya ke sekolah. Begitu sulit mereka mendapatkan sekolah. Gambaran seperti ini belum sepenuhnya bangsa ini merasakan kemerdekaan," kata Mattalim.

Contohlah para pejuang dulu, bagaimana berjuang tanpa pamrih dengan mengorbankan darah daging agar Indonesia bisa merdeka. Sekarang ketika negara sudah merdeka, diapun menitipkan pada generasi muda untuk betul-betul mengelola negara ini dengan baik.

Paling penting adalah bagaimana menyejahterakan rakyatnya. Kemudian negara ini harus memberikan rasa aman pada masyarakat. “Kami menaikkan bendera merah putih penuh dengan perjuangan, tetapi sekarang malah dikorupsi,” katanya yang sudah bertugas mulai dari Sabang, Tanjung Pinang Jakarta hingga ke Pontianak.

Ditanya perhatian pemerintah untuk pejuang veteran, dirasa dia juga masih kurang. seperti Gedung Juang yang berada di Jalan A Yani, kini justru berubah peruntukannya menjadi Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar.

Sebetulanya, keberadaan Gedung Juang bisa menjadi simbol bagaimana masyarakat melihat perjuangan para pejuang merebut kemerdekaan Indonesia ini.

“Kalau santunan dari pemerintah kami masih ada. Satu bulannya Rp1,8 juta. Kalau tempat tinggal saya sudah ada rumah pribadi. Saya harap di hari kemerdekaan ini Indonesia bisa terus lebih baik,” terangnya. (iza)

Editor : Hanif
#veteran #pengangguran #Korupsi #akses pendidikan #hari kemerdekaan indonesia #HUT Ke 80 RI