PONTIANAK POST - Stunting masih menjadi salah satu persoalan serius di Kota Pontianak. Data Puskesmas Perumnas II mencatat, pada tahun 2023 jumlah kasus stunting di wilayah kerja Kelurahan Sungai Beliung meningkat menjadi 84 kasus, naik dari 76 kasus pada tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah rendahnya angka pemberian ASI eksklusif. Dari 278 bayi berusia 0–6 bulan, hanya 67,3 persen yang mendapat ASI eksklusif.
Melihat kondisi tersebut, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak bersama Puskesmas Perumnas II melakukan program pendampingan bagi kelompok ibu menyusui. Kegiatan ini berfokus pada edukasi manajemen laktasi dan demonstrasi teknik pijat jaripunktur, sebuah metode sederhana yang terbukti mampu memperlancar produksi ASI dan mempercepat onset laktasi pada ibu pascamelahirkan.
Program ini dilaksanakan pada (13/6) dengan melibatkan 30 ibu menyusui. Kegiatan dimulai dengan pre-test, penyuluhan interaktif, hingga praktik langsung jaripunktur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta tentang manajemen laktasi dan pijat jaripunktur. Para ibu merasa lebih percaya diri untuk memberikan ASI eksklusif, sekaligus memahami manfaatnya bagi tumbuh kembang bayi.
Tidak hanya itu, tim pengabdian juga memanfaatkan teknologi digital berupa flipbook dan video edukasi yang dapat diakses kapan saja oleh ibu maupun tenaga kesehatan. Media ini diharapkan menjadi sarana berkelanjutan bagi masyarakat dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Kegiatan ini dipimpin oleh Lydia Febri Kurniatin, M.Keb selaku ketua tim, bersama dengan Dessy Hidayati Fajrin, S.ST., M.Kes dan Henny Fitriani, M.Keb sebagai anggota dosen pelaksana, serta didukung oleh lima mahasiswa kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak.
Menurut ketua tim pelaksana, Lydia Febri Kurniatin, M.Keb, Keberhasilan ASI eksklusif tidak hanya soal kemampuan ibu memproduksi ASI, tapi juga soal pengetahuan, dukungan lingkungan, dan teknik sederhana yang bisa membantu. Jaripunktur adalah salah satunya, dan terbukti memberikan hasil positif.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Pontianak menegaskan komitmennya untuk ikut serta menurunkan angka stunting melalui upaya preventif berbasis masyarakat. Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak bayi di Sungai Beliung dan Pontianak pada umumnya yang bisa tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari ancaman stunting.(iza)
Editor : Hanif