Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

RSUD Soedarso Luncurkan Layanan Antar Obat “Bujang Lapok” Guna Kurangi Antrean

Idil Aqsa Akbary • Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:48 WIB
Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi.
Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi.

PONTIANAK POST – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso Pontianak terus berinovasi meningkatkan pelayanan kepada pasien. Terbaru, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar itu meluncurkan layanan Layanan Pengantaran Obat Kamek (Bujang Lapok), yakni sistem pengantaran obat bagi pasien melalui kurir ojek online (ojol).

Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi, menjelaskan inovasi ini lahir dari permasalahan lamanya waktu tunggu di instalasi farmasi. Kondisi itu kerap terjadi akibat tingginya volume pasien, khususnya penderita penyakit kronis yang membutuhkan obat rutin, sementara jumlah tenaga kefarmasian terbatas.

“Dengan Bujang Lapok, pasien tidak perlu antre lama di farmasi. Obat akan dikemas, diverifikasi melalui telefarmasi, lalu diantar langsung ke rumah pasien menggunakan kurir resmi yang sudah bekerja sama,” jelasnya.

Selain mempersingkat waktu pelayanan, program ini juga menjawab keterbatasan ruang tunggu farmasi yang sering menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi lansia, pasien penyakit kronis, maupun pasien dengan kebutuhan khusus. Layanan ini terintegrasi dengan sistem informasi rumah sakit dan platform ojek online Bujang Kurir.

Prosedur operasional juga disiapkan secara ketat, mulai dari pengemasan, pelabelan, hingga pengiriman obat dengan menjaga kerahasiaan pasien. Obat hanya bisa diterima oleh pasien atau keluarga yang sah. Pasien pun bisa melacak pengiriman secara real time.

“Keamanan, dan mutu obat tetap jadi prioritas. Kami lakukan verifikasi serta edukasi pasien sebelum pengiriman. Setelahnya, ada survei kepuasan, dan evaluasi rutin,” kata Hary.

Melalui layanan ini, RSUD Soedarso berharap dapat mengurangi antrean farmasi, mempercepat proses pelayanan, serta memperluas akses layanan bagi pasien yang terkendala mobilitas maupun transportasi.

“Ini bagian dari transformasi pelayanan farmasi konvensional menuju digital. Kami ingin rumah sakit beradaptasi dengan kebutuhan zaman sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat,” tambahnya.(bar)

Editor : Hanif
#Bujang Lapok #Antar Obat #antrean #pasien #ojol #layanan #farmasi #RSUD Soedarso