Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Food Tray dari Tiongkok Jadi Sorotan, PKS Kalbar : MBG Harus Aman, Halal, dan Berdampak Positif

Deny Hamdani • Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:20 WIB

 

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo.
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo.

PONTIANAK POST — Arif Joni Prasetyo, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Barat dan Anggota DPRD Provinsi Kalbar dari dapil Kota Pontianak, mendukung langkah cepat Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengecek keamanan tempat makan atau food tray, yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dukungan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa jutaan food tray yang digunakan dalam program tersebut diduga diimpor dari Chaoshan, Tiongkok, dan terbuat dari bahan stainless steel 201, jenis yang diduga berbahaya untuk wadah makanan (non food grade).

“Saya sepakat dengan Kepala BGN yang bergerak cepat mengecek tempat makan (ompreng) yang digunakan dalam program MBG,” ujar politisi PKS Kalbar ini.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kandungan bahan berbahaya hingga bahan yang tidak halal dalam food tray tersebut, termasuk dugaan penggunaan minyak babi dalam proses produksinya.

“Kalau memang terbukti mengandung bahan berbahaya atau tidak halal, sebaiknya segera ditarik dari peredaran dan tidak digunakan lagi,” tegasnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama ini dinilai sebagai inisiatif positif pemerintah untuk mendukung gizi anak sekolah. Namun, munculnya isu ini dinilai sangat meresahkan, terutama bagi orang tua murid, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam dan sangat peduli terhadap kehalalan makanan.

“Program MBG itu bagus, tapi jika ada isu yang membuat masyarakat resah, harus segera ditindaklanjuti. Selama belum ada kepastian keamanan dan kehalalannya, sebaiknya food tray, itu tidak digunakan dulu,” ucap Arif.

Ia juga menegaskan bahwa jika makanan dalam program MBG sudah memiliki sertifikasi halal dari Kementerian Agama, maka keamanan wadahnya juga harus dijamin. "Jangan sampai makanannya halal, tapi wadahnya justru berpotensi memunculkan keraguan-keraguan atau terindikasi bermasalah terkait kehalalannya" ucapnya.

Arif Joni pun mengusulkan agar ke depan, seluruh bahan makanan, terutama sekali wadah tempat makanan dalam program MBG diproduksi 100 persen dari dalam negeri. Menurutnya, langkah ini tidak hanya menjaga keamanan dan kehalalan, tapi juga mendukung ekonomi lokal.

"Lebih baik kita gunakan produk dalam negeri. Selain lebih mudah dikontrol, juga membantu UMKM dan industri lokal tumbuh. Kita dorong agar MBG benar-benar menggunakan produk Indonesia,” pungkasnya.

Hingga kini, Badan Gizi Nasional terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh food tray, yang digunakan dalam program MBG di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat diminta tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari pemeriksaan tersebut.(den)

Editor : Hanif
#Mbg #halal #kesehatan masyarakat #Aman #food tray #BGN #PKS Kalbar