PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan melantik 41 pejabat administrator untuk mengisi kekosongan jabatan, sebagian besar karena pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun. Prosesi pelantikan berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (26/8), setelah melalui rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta evaluasi mendalam.
Dalam arahannya, Ria Norsan menegaskan bahwa jabatan baru bukanlah hadiah, melainkan amanah sekaligus ujian. “Jabatan adalah kepercayaan sekaligus tantangan dalam perjalanan karier sebagai abdi negara. Jangan pernah menganggapnya sebagai hadiah,” tegasnya.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, menjalankan tugas secara profesional, inovatif, dan selaras dengan visi-misi pemerintah provinsi. Menurutnya, kondisi fiskal nasional yang menuntut efisiensi harus dijawab dengan pengelolaan anggaran yang cermat tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.
Gubernur juga menekankan tiga poin utama: jabatan bisa dicabut jika disalahgunakan, mutasi dan rotasi harus dipahami sebagai bagian dari pembinaan karier, serta setiap pejabat wajib meningkatkan kapasitas diri menghadapi tantangan era digital.
Lebih jauh, ia menegaskan komitmen menjaga integritas ASN Kalbar. Tidak ada toleransi bagi pegawai yang terlibat kasus asusila atau penyalahgunaan narkoba. “Kita tidak akan melanjutkan pegawai yang terbukti melanggar aturan,” ujarnya.
Ria Norsan turut mendorong komunikasi yang sehat antara atasan dan bawahan, serta pembinaan yang tulus dari pimpinan perangkat daerah. “Kalau kita membimbing dengan tulus, akan tumbuh loyalitas dan rasa hormat terhadap organisasi,” tambahnya. (mse)
Editor : Hanif