PONTIANAK POST – Zulfydar Zaidar Mochtar, Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Kota Pontianak, menegaskan bahwa aksi demo yang melibatkan ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat harus dilihat sebagai bentuk kontrol sosial yang sehat terhadap kinerja lembaga perwakilan.
Menurutnya, suara yang disampaikan massa di depan Gedung DPRD Kalbar bukan sekadar protes, melainkan cerminan dari kondisi nyata yang terjadi di tengah masyarakat.
"Ini fakta lapangan. Ini ketimpangan yang tidak boleh dibiarkan. Tidak boleh ada jurang terlalu dalam antara rakyat dan pemerintah. Aspirasi ini harus kita terima, dan kami terima sebaik-baiknya," ujar Zulfydar disela-sela menerima pendemo, Rabu (27/08).
Ia menekankan bahwa sebagai wakil rakyat, DPRD tidak berhak membantah kehadiran massa yang menyampaikan keluhan. Justru, menurut dia, justru di situlah letak fungsi demokrasi bekerja.
"Ini kontrol dari masyarakat. Dan sebagai Dewan, kami tidak boleh menolak atau menutup telinga. Kita harus terima dengan lapang dada," ucapnya.
Zulfydar juga menyampaikan apresiasi terhadap para mahasiswa yang hadir. Ia menyebut mereka bukan hanya anak muda yang protes, tapi kader bangsa yang peduli terhadap masa depan negeri.
"Saya menyambut baik penyampaian mereka. Ini anak-anak muda, kader-kader kita, generasi penerus. Mereka menyampaikan dengan tertib, dan itu yang kita hargai," ujarnya.
Soal nyaris terjadi kericuhan kecil yang sempat terjadi akibat lempar botol air mineral, batu, tanaman, dan benda lainnya dari arah belakang kerumunan, Zulfydar mengaku sudah meminta aparat terkait mengamankan situasi dan merapikan alur pertemuan agar ke depan aksi bisa berlangsung lebih tenang.
"Kita ingin semua aspirasi tersampaikan, tapi jangan sampai gaduh. Kalau kacau, pesannya hilang. Yang penting tenang, supaya semua bisa didengar," katanya.
Dia juga menegaskan bahwa isu-isu yang diangkat seperti persoalan PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin), kesejahteraan guru, tunjangan DPR RI, bukan hanya isu nasional, tapi juga mencerminkan kondisi lokal yang nyata dirasakan masyarakat Kalbar.
"Nanti kita akan teruskan ke DPR RI. Ini bukan cuma tuntutan di sini, tapi cerminan dari apa yang terjadi di lapangan. Dan kita harus respons dengan serius," pungkas Zulfydar.
Hingga sore hari, suasana di sekitar gedung DPRD Kalbar masih berlangsung demo. Massa terlihat masih terkonsentrasi di halaman gedung DPRD Kalbar. Sementara pihak DPRD berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui mekanisme resmi dan koordinasi dengan lembaga terkait di tingkat pusat. (den)
Editor : Miftahul Khair