Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tim PKM Universitas Tanjungpura Latih Siswa SMPN 29 Pontianak Olah Sampah Jadi Produk Bernilai

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:40 WIB
Tim PKM Universitas Tanjungpura menyerahkan hibah mesin pencacah sampah organik dan memberikan pelatihan pengolahan sampah kepada guru serta siswa SMPN 29 Pontianak.
Tim PKM Universitas Tanjungpura menyerahkan hibah mesin pencacah sampah organik dan memberikan pelatihan pengolahan sampah kepada guru serta siswa SMPN 29 Pontianak.

PONTIANAK POST – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tanjungpura menggelar kegiatan transfer teknologi dan pengetahuan di SMP Negeri 29 Pontianak, Senin (28/7/2025).

Kegiatan ini melibatkan tiga dosen lintas program studi, yakni Aini Sulastri, S.Si., M.Si., dan Ratih Rahmahwati, S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Lingkungan, serta Asriah Nurdini, S.Si., M.Pd., Ph.D., dari Program Studi Pendidikan Biologi.

Program PKM ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui kontrak nomor 111/C3/DT.05.00/PM/2025.

SMPN 29 Pontianak dipilih sebagai mitra karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah Adiwiyata di Kalimantan Barat, yaitu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran berbasis perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sebagai sekolah Adiwiyata, SMPN 29 telah menjalankan berbagai program, mulai dari perintisan dan pemeliharaan hutan sekolah, kebersihan lingkungan, perbaikan sanitasi dan drainase, konservasi energi melalui gerakan hemat listrik, hingga konservasi air.

Para siswa SMPN 29 Pontianak antusias mengikuti pelatihan pembuatan kompos, ecobricks, dan ecoprinting yang difasilitasi Tim PKM Universitas Tanjungpura.
Para siswa SMPN 29 Pontianak antusias mengikuti pelatihan pembuatan kompos, ecobricks, dan ecoprinting yang difasilitasi Tim PKM Universitas Tanjungpura.

Dalam kegiatan PKM kali ini, tim memberikan hibah berupa mesin pencacah sampah organik, satu set alat komposting, peralatan ecoprinting, serta perlengkapan pembuatan ecobricks.

Sampah organik dari lingkungan sekolah, khususnya hutan sekolah, diolah menggunakan mesin pencacah untuk kemudian diproses menjadi kompos.

Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik dimanfaatkan untuk pembuatan ecobricks.

Selain penyerahan bantuan, dilakukan pula pelatihan pembuatan kompos, ecobricks, dan ecoprinting.

Hasil ecobricks dapat dimanfaatkan sebagai kursi atau bangku, sedangkan hasil ecoprinting diaplikasikan pada kain dan totebag.

Pelatihan ini diikuti oleh guru dan siswa dengan harapan dapat membuka peluang wirausaha bagi warga sekolah.

Kepala SMPN 29 Pontianak, Suparji, S.Pd., menyambut baik kegiatan ini.

Ia mengucapkan terima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tanjungpura serta Tim PKM atas dukungan berupa hibah dan pelatihan teknologi pengolahan sampah.

“Pendampingan ini sangat bermanfaat untuk mendukung SMPN 29 sebagai sekolah Adiwiyata, khususnya dengan ciri khas hutan sekolah," ucap dia.

"Kami berharap para siswa semakin tergerak menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam merawat hutan sekolah,” ujarnya. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Universitas Tanjungpura #sampah #PKM #29 #pontianak #SMPN #organik