PONTIANAK POST – Persiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat Rintisan di Kota Pontianak terus dimatangkan. Papan informasi berisi denah ruang dan fasilitas sudah terpampang di halaman eks Balai Latihan Kerja milik Pemprov Kalbar di Jalan BLKI, yang kini direhabilitasi untuk difungsikan sebagai sekolah sementara mulai akhir September 2025.
Kepala Dinas Sosial Kalbar, Raminudin, mengatakan sekolah rakyat rintisan merupakan bagian dari program nasional Kementerian Sosial. Pemprov berperan membantu seleksi calon siswa sekaligus menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung permanen.
“Sekolah rakyat rintisan sifatnya sementara, hanya satu tahun ajaran. Tahun 2026/2027 diharapkan gedung permanen di Singkawang sudah bisa digunakan,” ujarnya kepada awak media, Jumat (29/8).
Ia menjelaskan, rehabilitasi gedung oleh Kementerian PUPR sudah mencapai lebih dari 90 persen dan diperkirakan rampung awal September. Setelah itu, bangunan akan diserahterimakan kepada Kementerian Sosial untuk melengkapi sarana belajar, tenaga pengajar, dan operasional sekolah.
“Targetnya, kegiatan belajar bisa dimulai minggu ketiga atau keempat September. Semua penerimaan siswa, operasional, hingga kurikulum dikelola langsung oleh Kementerian Sosial. Pemprov hanya membantu menyeleksi siswa penerima manfaat,” jelas Raminudin.
Sekolah Rakyat Rintisan akan menampung 90 siswa, terdiri dari 25 siswa SD, 20 siswa SMP, dan 45 siswa SMA. Selain belajar, siswa juga tinggal di asrama yang disiapkan di area sekolah.
Rekrutmen siswa diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin kategori Desil-1 dan Desil-2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSEN). Bagi yang belum terdaftar, seleksi tetap memungkinkan melalui verifikasi lapangan berupa observasi dan wawancara oleh tim gabungan Dinas Sosial, pendamping PKH, hingga BPS.
Sementara pembangunan sekolah rakyat permanen di Kalbar telah disetujui di Kota Singkawang, tepatnya di Kelurahan Sagatani. Persiapan tahap dua tengah berjalan bersama Kementerian PUPR.
“Insya Allah jika tidak ada kendala, akhir tahun ini mulai pembangunan, sehingga tahun ajaran 2026 sudah bisa digunakan,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, juga meninjau progres rehabilitasi eks BLK yang akan difungsikan sebagai sekolah sementara tersebut. Ia memastikan pekerjaan sudah mencapai 90 persen dan siap dipakai pada pertengahan hingga akhir September.
“Sekolah rakyat rintisan ini sifatnya sementara, sambil menunggu pembangunan sekolah permanen yang lahannya sudah disiapkan di Singkawang,” ujarnya.
Harisson menyebut sekolah rintisan ini akan menampung total 90 siswa dari berbagai jenjang, dibagi ke dalam dua kelas. Fasilitas ruang kelas, asrama, hingga ruang guru sudah tersedia.
“Insya Allah kegiatan belajar mulai minggu ketiga atau keempat September ini,” katanya.
Selain di Pontianak, program Sekolah Rakyat Rintisan juga dibuka di Kabupaten Ketapang. Menurut Harisson, keberadaan sekolah ini menjadi jawaban atas kebutuhan akses pendidikan yang lebih merata di Kalbar.
“Ini langkah awal penting untuk memastikan tidak ada anak Kalbar yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan,” pungkasnya. (bar)
Editor : Miftahul Khair