PONTIANAK POST — Dian Eka Muchairi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Kalimantan Barat periode 2025–2030 yang baru saja dikukuhkan, menyampaikan sejumlah rencana strategis dan target ambisius untuk membesarkan partai di bumi Borneo (Kalbar). Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya menyelesaikan persoalan internal, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk jangka panjang.
“Program kita bukan cuma soal menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya, tapi bagaimana mengoptimalkan seluruh potensi partai, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang,” ujar Dian Eka kepada Pontianak Post, Rabu(3/9).
Konsolidasi Internal Jadi Prioritas Utama.
Langkah pertama yang langsung digarap adalah konsolidasi internal menyeluruh di 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Hanura akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di 14 Kabupaten dan Kota, bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Ranting di seluruh wilayah Kalbar dalam waktu dekat.
“Partai Hanura hanya bisa besar jika internalnya kuat. Maka dari itu, konsolidasi total menjadi prioritas awal kami,” tegas Dian.
Ia menekankan pentingnya soliditas struktur partai dari tingkat bawah hingga atas. Dengan struktur yang rapi, Hanura menargetkan bisa merekrut lebih banyak kader potensial dan tokoh masyarakat yang siap bergabung dan maju dalam kontestasi politik mendatang.
Target Kursi Naik 100–150%
Untuk jangka panjang, Hanura Kalbar memasang target ambisius, yakni menambah jumlah kursi hingga 100–150% dari capaian Pemilu 2024. Saat ini, total kursi Hanura di Kalbar berjumlah 29 kursi, tersebar di DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, dan DPR RI.
“Kita tidak muluk-muluk bicara angka, tapi target kita jelas: minimal 100% peningkatan kursi di semua tingkatan kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI,” kata Dian.
Di tingkat provinsi, Hanura kini memiliki 4 kursi. Dengan target besar tersebut, target posisi pimpinan di DPRD Kalbar pada periode mendatang berpotensi direbut. “Insya Allah, Hanura mampu meraih salah satu kursi unsur pimpinan DPRD Provinsi. Ini bukan sekadar mimpi, tapi bagian dari perjuangan kolektif kami,” ujarnya optimis.
Sementara untuk DPR RI, Hanura menargetkan setiap daerah pemilihan (dapil) di Kalbar bisa mengirimkan wakilnya ke Senayan. “Setiap dapil, insya Allah kita akan punya perwakilan,” tegasnya.
Kader Muda dan Multi Etnis Jadi Prioritas
Dalam menyusun kepengurusan baru, Dian menegaskan komitmen inklusivitas. Kepengurusan gabungan antara wajah lama dan wajah baru, dengan dominasi generasi muda dan multi etnis. "Kita merangkul semua. Wajah lama tetap kita libatkan karena punya pengalaman, tapi lebih banyak kita buka ruang untuk anak-anak muda. Hanura harus jadi rumah bagi semua etnis di Kalbar,” ujar Dian.
Ia menilai generasi muda memiliki energi, inovasi, dan kedekatan dengan isu-isu kekinian yang sangat dibutuhkan dalam politik modern.
Anggota Dewan Wajib Lapor Kegiatan Setiap 3 Bulan
Untuk memastikan kinerja anggota dewan tetap responsif dan dekat dengan rakyat, Dian mewajibkan seluruh anggota DPRD dari Hanura melaporkan aktivitas mereka setiap tiga bulan sekali. "Mereka harus terus bekerja menjalankan amanah rakyat. Harus dekat dengan masyarakat, bukan hanya saat kampanye. Laporan berkala ini sebagai bentuk akuntabilitas,” tandasnya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja legislator Hanura dan memperkuat citra partai di mata publik.
Optimisme di Tengah Tantangan
Meski mengakui penurunan jumlah kursi dibandingkan Pemilu 2019, Dian menilai capaian 29 kursi di Pemilu 2024 adalah fondasi yang bisa dikembangkan. Dengan konsolidasi, rekrutmen kader, dan program kerja yang sistematis, ia yakin Hanura bisa kembali bangkit dan menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Kalimantan Barat. "Kami tidak berbicara retorika. Ini adalah rencana kerja konkret. Hanura siap bangkit, dan kami ajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari perubahan ini,” pungkas Dian Eka Muchairi.(den)
Editor : Hanif