PONTIANAK POST – Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk kelompok Cipayung, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (3/9/) siang. Aksi damai ini diawali dengan penundaan kehadiran massa yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB, namun akhirnya terealisasi sekitar pukul 15.28 WIB.
Dalam surat tersebut yang ditujukan kepada anggota DPR RI dapil Kalbar koordinator lapangan aksi, Hafiz Azhari, didampingi M. Sherkan, Andri Sarkasi, dan M. Rizal Amrullah, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi kepada para wakil rakyat dari Kalimantan Barat yang terpilih dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.
“Kami datang bukan untuk menciptakan keributan. Kami hanya membawa secarik kertas berisi tuntutan dan harapan dari rakyat Kalimantan Barat,” ujar salah satu orator aksi di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan TNI AD.
Sebelumnya, aksi ini direncanakan dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri ratusan mahasiswa serta masyarakat. Namun, hingga pukul 15.00 WIB, massa belum tampak tiba di lokasi. Kepolisian dan TNI telah bersiaga sejak siang untuk mengamankan situasi, mengingat aksi serupa pernah digelar beberapa kali sebelumnya di tempat yang sama.
Aksi kali ini mengatasnamakan “Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat”, sebagaimana tercantum dalam surat resmi yang dikirimkan kepada DPRD Kalbar. Mereka meminta pertemuan langsung dengan anggota DPR RI dari Dapil Kalbar I dan Kalbar II untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait isu-isu strategis daerah, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin wakil rakyat benar-benar hadir untuk rakyat. Bukan hanya saat kampanye, tapi juga saat rakyat butuh suara mereka,” tegas peserta aksi.
Pihak DPRD Kalbar sendiri memastikan tetap menampung aspirasi mahasiswa dan berkoordinasi dengan anggota DPR RI dari Kalimantan Barat untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Sementara itu, aparat keamanan memastikan situasi tetap kondusif sepanjang aksi berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak DPR RI terkait kapan tuntutan akan dibahas lebih lanjut. Namun, aliansi mahasiswa menyatakan akan terus mengawal proses ini hingga tuntutan rakyat mendapat respons nyata.(den)
Editor : Hanif