Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

14 Santri Kalbar Ikuti Babak Penyisihan MQK Tingkat Nasional

Marsita Riandini • Rabu, 3 September 2025 | 20:14 WIB
Elyfa Bariza, santri Kalbar saat tampil di babak penyisihan MQKN 2025, Rabu (3/9).
Elyfa Bariza, santri Kalbar saat tampil di babak penyisihan MQKN 2025, Rabu (3/9).

PONTIANAK POST — 14 santri terbaik Provinsi Kalimantan Barat beradu di babak penyisihan Musabaqah Qiraatil Kutub Tingkat Nasional (MQKN) 2025. Kompetisi yang digelar serentak pada 2–3 September 2025 ini diikuti 992 peserta dari seluruh Indonesia. MQKN merupakan ajang lomba dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menguji kemampuan santri dalam membaca, memahami, dan mengungkapkan kandungan kitab kuning secara komprehensif. 

Kalimantan Barat menurunkan 4 santri tingkat marhalah ula dan 10 santri tingkat marhalah wustha untuk mengikuti kompetisi nasional secara daring ini. Setiap cabang lomba diikuti oleh lebih dari 70 peserta, namun hanya enam terbaik yang berhak melaju ke babak final tingkat nasional dan internasional. Gelaran puncak MQKN tingkat nasional dan internasional akan berlangsung hingga 1-7 Oktober 2025 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Elyfa Bariza, santri asal Pondok Pesantren Wali Songo bersama peserta lain tiba sehari sebelumnya dan ditempatkan di mess Kanwil Kemenag Kalbar. Ditemani pendamping dari pondok pesantren serta Kasi Pontren kabupaten/kota. Mereka langsung mengikuti Technical Meeting (TM) secara daring pukul 16.00 WIB di Official Room.

Sebelumnya, Elyfa dan peserta lainnya telah melalui seleksi tingkat provinsi yang dilaksanakan secara daring pada 6–7 Agustus 2025. Dewan juri berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat. "Teknis lomba tingkat provinsi dan tingkat nasional ini tidak jauh berbeda. Hanya saja yang tingkat nasional ini peserta tidak disuruh memaknai," ujar Elyfa, peserta marhalah wustha, majelis nahwu.

Berbagai persiapan dilakukannya agar bisa tampil maksimal. "Ya saya perbanyak membaca, memahami, memaknai sama i'rob-nya," ungkapnya.

Dalam kompetisi ini, peserta juga diminta membaca nadzom atau kumpulan bait-bait puisi (syair) yang berisi kaidah-kaidah ilmu tata bahasa Arab yang disusun untuk memudahkan santri dalam menghafal dan memahami ilmu nahwu. "Paling sulit saat disuruh baca nadzomnya satu bab," ujar dia.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, Kanwil Kemenag Kalbar, Nahruji berharap santri Kalbar dapat menorehkan prestasi di ajang ini.

“Alhamdulillah MQKN tahun ini kembali dilaksanakan, bahkan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga akan berlanjut ke tingkat internasional. Dari Kalbar, kami mengikutkan 14 santri untuk marhalah ula dan wustha. Sebelumnya tingkat ulya sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu dan menghasilkan 12 finalis yang lolos ke tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Nahruji. (mrd)

Editor : Hanif
#Babak Penyisihan #kalbar #santri #tingkat nasional #kitab kuning #MQKN #daring