Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Regu Damkar Perkebunan Jadi Ujung Tombak Pengendalian Karhutla di Kalbar

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 6 September 2025 | 10:53 WIB

 

Kepala Disbunnak Kalbar, Heronimus Hero.
Kepala Disbunnak Kalbar, Heronimus Hero.

PONTIANAK POST - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat, Heronimus Hero, menegaskan regu pemadam kebakaran yang dibentuk perusahaan perkebunan menjadi ujung tombak pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik di dalam konsesi maupun di lahan masyarakat sekitar.

Hero mengatakan jika pihaknya melakukan inspeksi kesiapsiagaan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla di konsesi PT Sintang Agro Mandiri, Kabupaten Sintang belum lama ini. Inspeksi dilakukan sebagai bagian dari pembinaan dan pemantauan kepatuhan perusahaan terhadap Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2018 mengenai Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar.

“Kehadiran konsesi perkebunan akan sangat membantu menjaga lahan dari kebakaran. Regu damkar perusahaan menjadi ujung tombak masyarakat dan pemerintah dalam mengendalikan karhutla,” ujarnya.

Hero menjelaskan dalam inspeksi tersebut, tim memantau langsung kesiapan sejumlah sarana prasarana penting, seperti menara pantau, jaringan jalan, sumber air, posko, peralatan pemadam, serta sistem informasi.

Heronimus juga memaparkan data kekuatan damkar perkebunan di Kalbar. Saat ini terdapat sekitar 730 regu damkar yang berasal dari 366 perusahaan perkebunan.

“Artinya, ada sekitar 11.000 anggota regu damkar perusahaan yang siap siaga membantu pengendalian karhutla, khususnya di dalam dan sekitar konsesi perkebunan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar bersama dinas kabupaten terus melakukan pembinaan agar seluruh perusahaan memenuhi regulasi yang berlaku.

“Kepatuhan terhadap regulasi ini penting untuk menghindari sanksi dan dampak penilaian negatif yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan,” tegasnya.

Heronimus berharap pembinaan dan inspeksi rutin dapat menjaga kesiapsiagaan sekaligus mencegah kebakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan kabut asap bagi masyarakat serta lingkungan. (mse)

 

Editor : Hanif
#Damkar #perkebunan #disbunnak kalbar #karhutla #Siap Siaga