PONTIANAK POST - Berdasar data Dinas Kesehatan Pontianak, prevalensi anemia pada ibu hamil di Kelurahan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat mencapai 35 persen di tahun 2023. Akibat anemia dapat membahayakan ibu hamil, mulai dari resiko pendarahan hingga kematian ibu dan bayi.
“Berangkat dari temuan persoalan ini, kami pun melakukan penyuluhan tentang edukasi kesehatan zero anemia. Tujuannya untuk mencegah dan memberi pemahaman tentang tatalaksana anemia kehamilan khususnya di Kelurahan Sungai Beliung ini,” ujar Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak, Ratna Indah Kartika Sari.
Dijelaskan dia anemia dapat berdampak serius pada kesehatan ibu dan janin, seperti resiko pendarahan, berat badan bayi lahir rendah, serta peningkatan angka kematian ibu dan bayi. Sehingga salah satu prioritas permasalahan tahun 2024 yang terdapat di wilayah tersebut adalah adanya ibu hamil tidak rutin konsumsi Fe sebanyak 35,6 persen dan masih terdapat ibu hamil anemia sebanyak 14,6 persen. Masalah ini memiliki potensi ibu untuk tidak terpapar informasi dan perilaku kepatuhan terhadap informasi yang diberikan serta gizi selama kehamilan yang tidak seimbang.
Lebih dalam kata dia anemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin yang rendah dalam tubuh. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada ibu hamil. Anemia kehamilan dapat memiliki dampak serius bagi kesehatan ibu maupun janin. Kata dia, ibu hamil yang mengalami anemia cenderung mengalami kelelahan, penurunan daya tahan tubuh, dan resiko komplikasi kehamilan yang lebih tinggi. Kondisi anemia pada janin dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.
Upaya mengatasi permasalahan tersebut adalah mencegah dan menangani anemia kehamilan. Program penanggulangan anemia yang dilakukan pada ibu hamil dilaksanakan dengan memberikan 90 tablet Fe kepada ibu hamil selama periode kehamilannya. Selain itu diperlukan upaya edukasi kesehatan yang menyasar pada ibu hamil.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) pihaknya mencoba memberikan edukasi kesehatan "Zero Anemia". Program ini memberikan informasi dan panduan kepada ibu hamil tentang tatalaksana anemia, termasuk pemahaman tentang penyebab, gejala, pencegahan non farmakologis, dan pengobatan anemia selama masa kehamilan.
Strategi komprehensif pemantauan juga dapat dilakukan melalui peningkatan kehadiran kelas ibu hamil dan grup ibu hamil di Kelurahan Sungai Beliung.
Kegiatan ini kata dia bentuk dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dia beserta dua rekannya yaitu Elsa Noftalina dan Astrisaria juga melibatkan teman-teman mahasiswa Kebidanan Poltekkes Pontianak.(iza)
Editor : Hanif