Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Penerbangan Internasional Pontianak–Malaysia Resmi Dibuka, Wisata Kalbar Diproyeksi Meningkat

Idil Aqsa Akbary • Kamis, 11 September 2025 | 10:43 WIB
Bandara Internasional Supadio Kubu Raya.
Bandara Internasional Supadio Kubu Raya.

PONTIANAK POST -  Rute penerbangan internasional dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat menuju Kuching dan Kuala Lumpur, Malaysia, resmi dibuka mulai, Jumat (12/9). Pembukaan jalur udara ini disambut antusias berbagai pihak karena diyakini bakal memberi dampak positif terhadap geliat pariwisata Kalbar.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Windy Prihastari, menyatakan pihaknya terus memaksimalkan inovasi yang telah berjalan, mulai dari promosi digital marketing tourism, penyusunan paket wisata, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami juga siapkan destinasi-destinasi yang ada melalui Mbak Kepo, atau Mobile Acceleration Kolaborasi Kepariwisataan,” jelasnya.

Windy mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan, pada Juli 2025 terdapat 7.466 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalbar. Sementara perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Kalbar pada periode Januari–Juli 2025 mencapai 7,75 juta perjalanan, naik 64,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Juli 2025 tercatat 51,24 persen, dengan rata-rata lama menginap 1,50 malam. “Dengan adanya rute baru ini, kami harapkan angka-angka tersebut akan terus meningkat,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kalbar, Ifan Ronaldo Barus, menilai pembukaan jalur penerbangan internasional membuka peluang besar kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Malaysia.

“Dengan dibukanya penerbangan ini, pertukaran wisatawan antara Kuala Lumpur dan Kalbar semakin terbuka. Kami ingin kembali membuka kerja sama bisnis ke bisnis dengan agen perjalanan di Malaysia, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya,” ujarnya.

Ifan menyebut potensi penerbangan tidak hanya terbatas ke Kuala Lumpur, tetapi juga menghubungkan Kalbar dengan Kuching, Sarawak, hingga Sabah. ASITA Kalbar bahkan sudah berkomunikasi dengan asosiasi agen perjalanan di Sabah serta Konsulat Jenderal RI di sana.

“Kami juga diberi kesempatan ikut pameran promosi akhir tahun di Sabah, dimana UMKM Kalbar akan difasilitasi memamerkan produk mereka. Tentunya ini akan kami koordinasikan dengan Pemprov,” ungkapnya.

Selain itu, ASITA berencana mengadakan agenda Goes to Kuala Lumpur untuk bertemu langsung dengan KJRI, dan asosiasi agen perjalanan Malaysia. Harapannya, kerjasama promosi berjalan dua arah, membawa wisatawan Malaysia ke Kalbar dan sebaliknya.

Sebelumnya, ASITA Kalbar juga berkolaborasi dalam Sarawak Travel Fair bersama AirAsia, termasuk peluncuran rute Pontianak–Malaysia. Agenda lain yang direncanakan ialah forum business to business (B to B) di Pontianak yang selama ini menjadi agenda tahunan.

“Mereka belum memastikan jadwal, tetapi besar kemungkinan akan digelar setelah jalur internasional ini resmi dibuka,” jelas Ifan.

Dengan berbagai agenda tersebut, ASITA optimistis penerbangan internasional ini akan menjadi pintu masuk baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Kalbar.(bar)

Editor : Hanif
#internasional #kalbar #sektor pariwisata #kunjungan #wisatawan #penerbangan #pontianak #malaysia