Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kerupuk Basah, Kopi Panas, dan Syiar Qur'ani; Kisah Perjalanan Rombongan MTQ Kalbar ke Putussibau

Salman Busrah • Jumat, 12 September 2025 | 07:58 WIB

Duduk bersama saat menikmati hidangan tradisional
Duduk bersama saat menikmati hidangan tradisional

Langit sore Pontianak, Kamis (11/9), menjadi saksi keberangkatan rombongan MTQ XXXIII Kalbar. Usai salat Asar di Masjid Raya Mujahidin, iring-iringan kendaraan yang mengangkut Dewan Hakim, Panitera, Tim IT, dan kafilah dari berbagai kabupaten/kota mulai bergerak. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum LPTQ Kalbar, Andi Musa, mereka menempuh perjalanan darat sekitar 14 jam menuju Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu.

Perjalanan ini tidak mudah—melewati jalan berliku, tanjakan curam, dan malam gelap pedalaman Kalimantan Barat. Namun semangat syiar Al-Qur’an membuat lelah berubah menjadi ibadah.

Menjelang fajar, rombongan singgah di Masjid Jamiatul Muslimin, Nanga Tepuai, Hulu Gurung, untuk salat Subuh. Sambutan hangat datang dari pengurus masjid H. Abu Bakar, Hariyono, dan jamaah setempat yang menjamu mereka dengan kopi, teh, kerupuk basah, dan kue tradisional.

Photo
Photo

Beberapa jam kemudian, di rest area Pengkadan, keramahan warga kembali menyapa. Rombongan Dewan Hakim, kafilah Kota Pontianak, dan Bengkayang menikmati kopi panas, kerupuk basah, pisang rebus, dan aneka kue kampung.

Andi Musa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya: “Terima kasih kepada panitia dan warga Kapuas Hulu. Persiapan bukan hanya dilakukan di lokasi acara, tetapi juga di sepanjang perjalanan. Mulai dari rest area, pemandu jalan di tanjakan curam, hingga aparat kepolisian dan Satpol PP yang mengatur arus lalu lintas—semua telah memberi rasa aman dan kehangatan bagi kami,” ujarnya.

MTQ XXXIII Kalbar bukan hanya tentang panggung musabaqah. Kehangatan warga, keramahan di rest area, dan kerja sama lintas elemen masyarakat menjadi bukti bahwa syiar Al-Qur’an hidup di sepanjang jalan, dari Pontianak hingga Putussibau.**

 

Editor : Salman Busrah
#kopi #kerupuk basah #MTQ XXXIII Kalbar #LPTQ Kalbar