Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wamen Dikti Tinjau Lahan Gambut Antibar untuk Sekolah Garuda Mempawah

Mirza Ahmad Muin • Jumat, 12 September 2025 | 10:07 WIB

 

SEKOLAH: Wamen Dikti Saintek Stella meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Garuda di Mempawah.
SEKOLAH: Wamen Dikti Saintek Stella meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Garuda di Mempawah.

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo menarget 20 Sekolah Garuda dibangun di zaman kepemimpinannya. Dari ke 20 sekolah baru itu, satu diantaranya mungkin bisa terwujud di Kabupaten Mempawah. Dalam upaya realisasi pembangunan Sekolah Garuda, Wamen Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie, langsung melihat tiga titik ajuan rencana pembangunan Sekolah Garuda itu

Stella Christie senang ketika sampai di lokasi pertama rencana pembangunan Sekolah Garuda ajuan Pemda Mempawah. Lokasinya di Dusun Moton Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Luasannya 241.477 meter persegi.

Hamparan tanah luas itu, banyak ditumbuhi tanaman produktif. Mulai dari nanas, serai serta pohon ubi. Melihat hamparan tanaman nanas yang banyak, Stella makin bersemangat meninjau lahan pembangunan Sekolah Garuda itu. Bahkan dia sampai menggunakan kendaraan roda dua menjajal lahan gambut ke daerah paling ujung. Tujuannya untuk menggali potensi apa saja di lahan yang rencananya akan dibangun Sekolah Garuda ini.

Selain di Dusun Moton Desa Antibar, Pemda Mempawah mengajukan dua lahan lagi untuk pembangunan sekolah yang sama. Yaitu di SMKN 1 Mempawah Timur dan Tanah Pelabuhan Kuala Mempawah.

Secara keseluruhan Stella mengatakan jika Pemda Mempawah memiliki kesempatan mendapat alokasi anggaran buat pembangunan Sekolah Garuda ini. Untuk saat ini, yang sudah pasti terdapat empat Sekolah Garuda bakal dibangun. Di antaranya di  Belitung Timur (Babel), Soe (NTT), Kalimantan Utara dan Sulawesi Tenggara.

“Target penyelesaiannya di Juni 2026 untuk tahun ajaran 2026-2027. Kalbar akan masuk batch kedua pembangunan, tetapi proses penyiapan lahan sudah mulai berjalan. Saya lihat untuk Mempawah, sertifikat lahan jelas milik Pemda dan sudah lengkap sehingga akan memudahkan proses selanjutnya,” jelasnya.

Dia menegaskan pembangunan Sekolah Garuda tidak hanya berorientasi pada ketersediaan lahan dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan ekosistem, kebutuhan masyarakat, serta potensi lokal di sekitarnya. Seperti di titik pertama ini, berada di lahan gambut, kemudian banyak ditumbuhi tanaman produktif. Salah satunya nanas.

Dia menilai potensi pertanian lokal seperti nanas dan jahe dapat tetap dijaga meskipun sebagian kecil lahan dialokasikan untuk pembangunan sekolah.

“Dari total 24 hektare lahan yang tersedia, pembangunan hanya memerlukan sekitar 2,01 hektare, sementara sisanya akan tetap dikelola bersama masyarakat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Dia ingin agar masyarakat sekitar tetap dilibatkan, sehingga pembangunan sekolah ini tidak menghilangkan identitas dan potensi lokal yang sudah ada.

“Kami melihat di lokasi ini menarik, karena marwah untuk menjadikan daerah ini sebagai pusat pendidikan cukup kuat. Dari sisi lahan juga cukup ideal, rata, dan tidak membutuhkan biaya besar untuk pengolahan. Infrastruktur seperti air dan listrik tersedia dengan baik,” katanya.

Kemudian karakteristik daerah juga menjadi pertimbangan penting. Menurutnya, keberadaan ekosistem mangrove di Mempawah memiliki nilai strategis dalam pengembangan sains dan teknologi, khususnya terkait riset carbon capture dan carbon storage.

Sekretaris Daerah Kalbar Harisson menjelaskan, persetujuan itu keluar setelah Wakil Menteri Dikti Saintek, Stella Christie bersama tim melakukan peninjauan ke tiga lokasi yang diajukan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Tiga lokasi tersebut berada di Desa Antibar, SMKN 1 Mempawah Timur, dan Kuala Mempawah. 

“Akhirnya diputuskan lokasi di Desa Antibar sebagai tempat pembangunan SMA Unggul Garuda Kalbar,” kata Harisson yang juga turut mendampingi dalam kunjungan tersebut. 

Dalam surat yang ditujukan kepada Gubernur Kalbar dan Bupati Mempawah tersebut, pemerintah pusat meminta dukungan penuh Pemprov dan Pemkab, khususnya terkait penyediaan lahan yang clean and clear. Sertifikat lahan dan dokumen hibah juga harus disiapkan agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa kendala.

Pemerintah pusat juga menunjuk Citra Amitiurna sebagai narahubung terkait kelanjutan pembangunan sekolah unggulan tersebut. Kemendiktisaintek menegaskan seluruh proses berjalan dengan prinsip integritas, anti korupsi, anti gratifikasi, dan tanpa pungutan biaya apa pun.

Secara nasional, pemerintah merencanakan pembangunan 20 SMA Unggul Garuda hingga 2029. Tidak semua provinsi akan mendapatkan sekolah ini. Untuk tahap pertama, sekolah unggul tersebut akan dibangun di Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Papua Tengah.

Sementara Kalbar akan masuk pada tahap kedua, dengan lokasi di Kabupaten Mempawah. “Beruntung Kalbar menjadi salah satu provinsi yang akan dibangun. Rencananya SMA Unggul Garuda Kalbar akan mulai beroperasi pada Juni 2027, tahun ajaran 2027/2028,” jelas Harisson.(iza/bar)

Editor : Hanif
#Sekolah Garuda #mempawah #Stella Christie #lahan gambut #Erlina