Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bandara Supadio Kembali Buka Rute Internasional, Kalbar Genjot Wisata dan Investasi

Ashri Isnaini • Sabtu, 13 September 2025 | 11:06 WIB
Pesawat AirAsia saat akan mendarat di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (12/9/2025). Pembukaan rute internasional AirAsia dari Kuching (Sarawak) ke Pontianak menandai kembalinya status Bandara Supadio sebagai band
Pesawat AirAsia saat akan mendarat di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (12/9/2025). Pembukaan rute internasional AirAsia dari Kuching (Sarawak) ke Pontianak menandai kembalinya status Bandara Supadio sebagai band

PONTIANAK POST – Bandara Internasional Supadio Pontianak resmi kembali melayani penerbangan internasional ke Kuching dan Kuala Lumpur, Jumat (12/9). Pembukaan kembali jalur ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata, memperkuat kerja sama lintas batas, serta membuka peluang investasi di Kalimantan Barat.

Reaktivasi rute internasional ini ditandai dengan penerbangan perdana maskapai AirAsia yang diresmikan Menteri Pengangkutan Sarawak, Malaysia, Dato' Sri Lee Kim Shin bersama Gubernur Kalbar, Ria Norsan, dan Wakil Gubernur, Krisantus Kurniawan.

Dato’ Lee Kim Shin menilai, kembali dibukanya penerbangan Kuching–Pontianak menjadi momentum penting bagi masyarakat kedua wilayah.

“Jika sebelumnya perjalanan darat memakan waktu empat hingga lima jam, kini hanya kurang dari satu jam. Ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mempererat hubungan sejarah, budaya, dan kekeluargaan yang telah lama terjalin,” ujarnya usai peresmian pembukaan kembali rute penerbangan internasional di Ruang VIP Bandara Internasional Supadio.

Dia menambahkan, penumpang penerbangan perdana didominasi masyarakat Sarawak yang datang ke Pontianak untuk berwisata hingga berbelanja. “Banyak juga yang datang masa cuti sekolah. Sebagian untuk melancong, sebagian berniaga. Jadi dampaknya akan terasa bagi kedua pihak,” katanya.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, mengungkapkan rute Pontianak–Kuching akan dilayani dua kali sehari, sementara rute Pontianak–Kuala Lumpur terbang empat kali seminggu.

Menurutnya, jadwal ini sangat membantu masyarakat, terutama yang ingin berobat ke Kuching. “Bisa pergi pagi dan pulang sore hari. Ini sangat efisien,” katanya, sembari berharap AirAsia juga membuka rute ke Singapura di masa mendatang.

Tingkat keterisian kursi pada hari pertama penerbangan langsung tinggi, mencapai lebih dari 80% untuk Pontianak–Kuching dan 94% untuk Pontianak–Kuala Lumpur.

“Permintaan dari dua arah sangat besar, baik dari Indonesia ke Malaysia maupun sebaliknya,” ujar Eddy Krismeidi Soemawilaga, Head of Government Relations and Corporate Communication Indonesia AirAsia.

Rute Pontianak–Kuching ditempuh dalam 45 menit, sementara Pontianak–Kuala Lumpur sekitar 1 jam 10 menit menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang.

Sementara itu, CEO Region VI Kalimantan PT Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryudhitiawan, menyatakan bahwa reaktivasi rute ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, maskapai, dan pengelola bandara. “Konektivitas udara ini memperluas aksesibilitas masyarakat Kalbar sekaligus memperkuat potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi,” ujarnya.

Ia juga memastikan pihaknya bersama AirAsia akan terus memantau tren penumpang. Jika permintaan terus tinggi, penambahan frekuensi maupun pembukaan rute internasional baru sangat mungkin dilakukan.

Peresmian rute ini turut dihadiri Konsulat Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri Abdul Rahim, Konsul Jenderal RI di Kuching, Musa Derek Sairwona, serta unsur Forkopimda Kalbar dan sejumlah pihak terkait lainnya.(ash)

Editor : Hanif
#wisata #investasi #kalbar #rute internasional #bandara supadio #kuala lumpur #kuching