PONTIANAK POST – Kalimantan Barat tancap gas menyiapkan diri menjadi lumbung protein hewani demi menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar, Heronimus Hero, menegaskan sektor peternakan harus bergerak cepat dan terukur untuk menjamin pasokan daging dan susu berkualitas.
“Kami mengajak semua pihak berkomitmen mempercepat pembangunan peternakan yang modern, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi peternak sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya, Senin (15/9).
Pencanangan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189 serta peringatan Hari Rabies Sedunia 2025 di Pontianak menjadi momentum sinergi. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Universitas Tanjungpura, PDHI Cabang Kalbar, ISPI Kalbar, dan Paravetindo Wilayah Kalbar, sekaligus mendorong percepatan produksi susu dan daging nasional (P2SN).
Bulan Bakti Peternakan berlangsung 26 Agustus–26 September 2025 di 14 kabupaten/kota. Rangkaian acaranya mencakup seminar, lomba karya tulis, sosialisasi penyakit hewan, parade produk peternakan, pelatihan penjaminan mutu, gerai edukasi keliling, vaksinasi rabies, hingga acara puncak.
Heronimus menekankan, peningkatan produksi harus dibarengi jaminan keamanan dan kualitas produk agar program MBG benar-benar mendukung kesehatan generasi penerus. Tak hanya itu, Disbunnak juga memantau pengembangan ternak babi di Desa Sungai Adong, Semoncol, Sanggau. Hasil monev menunjukkan ternak sehat, terawat, dan siap dikawinkan. Hal ini diharapkan menambah pasokan protein hewani dengan harga terjangkau.
“Kami ingin Kalbar menjadi salah satu lumbung protein hewani yang siap menopang program nasional,” tegasnya. Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan multipihak, Disbunnak Kalbar optimistis sektor peternakan akan menjadi pilar penting ketahanan pangan nasional. (ant)
Editor : Hanif