PONTIANAK POST - Di antara rak-rak buku yang berjajar rapi di Perpustakaan Kota Pontianak, suasana siang itu terasa hangat.
Pada Rabu (17/9), Sugioto yang akrab disapa Rico itu, tersenyum lebar saat menyerahkan buku 25 Profil Pribadi Emas Indonesia kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani.
Dengan busana batik bernuansa etnik, Rico berdiri berdampingan dengan Rendrayani, keduanya mengangkat buku itu sebagai simbol berbagi pengetahuan.
Penyerahan buku ini bukan sekadar formalitas. Ia bertepatan dengan Bulan Gemar Membaca dan Program Sedekah Buku, sebuah momen tahunan yang mengajak warga Pontianak memperkaya literasi kota.
Tahun ini, Dinas Perpustakaan menekankan bahwa sumbangan buku bukan buku pelajaran sekolah, tetapi buku-buku umum yang bisa dibaca siapa saja. Puncak kegiatan bahkan dilengkapi acara tukar-menukar buku pada 20-21 September 2025, sebuah cara sederhana tapi efektif menghidupkan semangat membaca.
Bagi Rico, buku ini lebih dari sekadar halaman berisi kisah sukses. Ia adalah perjalanan jatuh bangun seorang anak kampung dari Sungai Ambangah, Kumpai Besar, yang tumbuh di keluarga sederhana. Masa kecilnya ditempa keterbatasan, namun justru itulah yang menumbuhkan keberanian dan tekad pantang menyerah.
“Saya belajar bahwa kesulitan bukan penghalang, tapi bekal untuk melangkah lebih jauh,” ucapnya.
Kisah Rico dalam buku itu adalah tentang keberanian mengambil peluang. Ia pernah menjadi karyawan kecil, mencoba peruntungan dalam bisnis mainan, lalu menapaki dunia pertambangan nikel, bouksit, aspal mentah, hingga pengapalan dan distribusi.
Jatuh bangun adalah sahabat setia perjalanannya. Namun, justru dari sana ia belajar tentang kerja keras, kejujuran, dan pentingnya menjaga hubungan baik. Kini, ia memimpin sejumlah usaha yang berkembang pesat di berbagai sektor, dari shipping dan transhipment, properti, hingga pemasaran produk kebutuhan masyarakat di Kalimantan Barat.
Meski berada di puncak kesuksesan, Rico tak pernah melupakan daratan tempat ia berpijak. Ia aktif di organisasi seperti KONI Kalimantan Barat, Ketua FOBI dan KADIN, mendukung UMKM, serta kerap hadir dalam kegiatan sosial.
Baginya, kesuksesan tidak lengkap tanpa kontribusi nyata. “Bisnis yang baik adalah bisnis yang memberi nilai tambah bagi banyak orang,” kata Rico.
Rendrayani, yang menerima buku itu, menyebut kontribusi Rico sebagai langkah berarti. “Gerakan literasi ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Dukungan seperti ini sangat penting agar warga Pontianak bisa menikmati bacaan berkualitas dan termotivasi untuk terus belajar,” ujarnya.
Suasana perpustakaan hari itu terasa lebih hidup. Beberapa pengunjung yang sedang membaca ikut menyaksikan momen sederhana namun sarat makna itu.
Ada kebanggaan tersendiri melihat kisah sukses putra daerah terpatri di antara lembaran buku, siap menginspirasi siapa saja yang membacanya.
Buku 25 Profil Pribadi Emas Indonesia, diterbitkan oleh Elite Leader Publishing dan dikelola oleh The Golden Indonesia, memang dirancang untuk mengabadikan kisah figur-figur inspiratif tanah air.
Kehadiran buku itu di perpustakaan Pontianak kini menjadi penanda bahwa keberhasilan bisa diraih siapa saja. Asal berani bermimpi, bekerja keras, dan mau berbagi.
Di Kota Khatulistiwa, tempat sungai besar bertemu cakrawala, kisah Rico kini menunggu pembaca baru. Mungkin seorang remaja akan membuka buku itu, membaca perjalanan Sugioto (Rico), dan berkata dalam hati, “Kalau dia bisa, aku pun bisa,” tutupnya. (*)
Editor : Miftahul Khair