Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Forkopimda dan Mahasiswa Duduk Lesehan di Masjid Polda, Bahas Demokrasi Tanpa Emosi

Hanif PP • Jumat, 19 September 2025 | 09:33 WIB
Peserta dari berbagai elemen duduk bersama dalam suasana hangat, berdiskusi soal demokrasi di Masjid An Nur Polda Kalbar
Peserta dari berbagai elemen duduk bersama dalam suasana hangat, berdiskusi soal demokrasi di Masjid An Nur Polda Kalbar

PONTIANAK POST – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai Silaturahmi dan Diskusi Bersama Forkopimda, Mahasiswa, dan Elemen Masyarakat yang digelar di Masjid An Nur, Kompleks Polda Kalimantan Barat, Jumat (19/9/2025). Kegiatan bertema “Membangun Demokrasi yang Inklusif dan Berkeadilan demi Terciptanya Harmonisasi Kehidupan di Bumi Khatulistiwa” ini mempertemukan aparat kepolisian, pemerintah, legislatif, serta berbagai elemen masyarakat.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber utama. Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. membawakan materi “Peran Polri dalam Mengawal dan Mengamankan Demokrasi yang Inklusif dan Berkeadilan.” Dalam paparannya, ia menegaskan Polri siap menjadi mitra masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Program Jumat Curhat yang rutin digelar di masjid disebutnya sebagai sarana aman dan tenang untuk berdialog.

“Di masjid tentu tidak akan emosi. Sekaligus ini juga ibadah,” ujarnya. “Kita boleh merdeka menyampaikan pendapat, tetapi ada aturannya. Polisi bertugas menjaga hak-hak masyarakat dan menjalankan aturan yang berlaku. Jika semua langkah persuasif tak berhasil, langkah represif pun dilakukan sesuai prosedur—bukan semena-mena.”

Kapolda menambahkan, Polri siap memfasilitasi penyampaian aspirasi agar sampai ke tujuan. Polisi bahkan menyiapkan tim kesehatan dan provost untuk memastikan demonstrasi berjalan tertib.

Gubernur Kalbar, diwakili Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalbar, Drs. H. Manto, M.Si., menyampaikan materi “Strategi dan Kebijakan Pemerintah dalam Membangun Demokrasi yang Inklusif dan Berkeadilan.” Ia menegaskan pemerintah provinsi terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif.

“Pemprov Kalbar sangat welcome terhadap saran dan kritik. Dalam menghadapi kesalahan, jangan ditangani dengan masalah baru. Kita harus berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalbar, diwakili Syarif Amin Muhammad (Komisi III DPRD Kalbar), menguraikan materi “Transparansi dan Akuntabilitas DPRD dalam Mengawasi dan Mengawal Demokrasi.” Ia menegaskan DPRD tidak menutup diri terhadap aspirasi publik.

“Kami siap menerima siapa saja yang ingin menyampaikan aspirasi. Ada ruang serbaguna khusus untuk itu,” ujarnya. 

Acara dipandu oleh Dr. Zulkifli, M.A., yang dalam pengantarnya mengingatkan pentingnya belajar dari berbagai kerusuhan di Indonesia maupun negara lain seperti Nepal. Ia menekankan bahwa keharmonisan sosial perlu terus dijaga melalui demokrasi yang sehat dan inklusif.

Diskusi di Masjid An Nur Polda Kalbar ini menjadi ajang komunikasi terbuka antara aparat, pemerintah, dan masyarakat. Duduk bersama di atas hamparan karpet masjid, para peserta menikmati suasana santai sembari berbagi pemikiran. Piring kecil berisi kue tradisional dan botol air mineral berjejer rapi di hadapan peserta—simbol sederhana dari suasana guyub dan kesetaraan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Forkopimda Kalbar untuk merawat demokrasi yang damai, tertib, dan berkeadilan di Bumi Khatulistiwa.**

Editor : Hanif
#polda kalbar #Silaturahmi #inklusif #mahasiswa #demokrasi #masyarakat #forkopimda