Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kunjungan Wakil Menteri Pekerjaan Umum di Pontianak, Cek Kesiapan Sekolah Rakyat hingga Kunjungi Madrasah PHTC

Idil Aqsa Akbary • Jumat, 19 September 2025 | 10:30 WIB
TINJAU : Wakil Menteri PUPR RI, Diana Kusumastuti, saat meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Rintisan di BLKI Kota Pontianak, Selasa (17/9).
TINJAU : Wakil Menteri PUPR RI, Diana Kusumastuti, saat meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Rintisan di BLKI Kota Pontianak, Selasa (17/9).

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti meninjau BLKI milik  Pemprov Kalbar di Pontianak, Rabu (17/9) siang. Wamen juga mengunjungi tiga madrasah calon penerima program hasil tindak cepat tahun 2025.

IDIL & MARSITA, Pontianak

Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Pontianak akan menjadi tempat pelaksanaan program Sekolah Rakyat Rintisan yang dijadwalkan mulai berjalan pada 30 September 2025.

“Hari ini (Rabu) saya berkunjung ke BLKI yang nantinya akan digunakan untuk Sekolah Rakyat. Kami sudah lihat ruang guru, asrama putra-putri, laboratorium, serta ruang pengasuh yang sudah selesai dan kondisinya cukup bagus. Masih ada beberapa kekurangan, tapi masih ada waktu untuk dirapikan sebelum 30 September,” ungkap Diana.

Ia menambahkan, tenaga pendidik dan calon pelajar juga sudah siap. “Guru sudah siap, begitu juga murid SD, SMP, dan SMA yang akan sekolah di sini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalbar, Raminuddin, menyampaikan, secara umum pekerjaan rehabilitasi gedung telah rampung. Hanya saja masih ada penyempurnaan yang harus dituntaskan sesuai masukan dari Wamen PUPR.

“Secara komprehensif sudah selesai, hanya tinggal beberapa bagian seperti pembersihan debu, lahan yang tergenang banjir, serta pemasangan sarana prasarana tambahan. MPLS dan pemeriksaan kesehatan gratis kami rencanakan pada 30 September, dengan calon siswa mulai masuk asrama pada 28–29 September,” jelasnya.

Ia menyebutkan, rekrutmen tenaga pendidik dilakukan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Saat ini telah terpilih 18 guru untuk mengajar, ditambah satu kepala sekolah yang masih menunggu konfirmasi resmi.

Sementara jumlah pelajar yang akan mengikuti program ini sebanyak 90 orang, terdiri atas 25 siswa SD, 20 siswa SMP, dan 45 siswa SMA. “Peserta berasal dari seluruh kabupaten/kota di Kalbar, dengan kriteria benar-benar dari keluarga tidak mampu. Seleksi dilakukan ketat berdasarkan desil 1 dan 2, bahkan dilakukan home visit agar tepat sasaran,” terang Raminuddin.

Program Sekolah Rakyat Rintisan di BLKI Pontianak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Sekaligus memanfaatkan fasilitas pelatihan kerja yang ada di daerah.

Selain itu, Wamen PU juga melakukan kunjungan ke tiga madrasah di Kota Pontianak. Madrasah yang dikunjungi adalah MIS NU 2, MIS NU 3, dan MTs Al Ma’arif. Ketiga madrasah ini merupakan calon penerima Program Hasil Tindak Cepat (PHTC) tahun 2025.

Kunjungan ini bertujuan meninjau kondisi bangunan madrasah yang sebagian besar mengalami kerusakan sedang hingga berat. Diana menjelaskan program PHTC merupakan sinergi Kementerian PU dan Kementerian Agama untuk memperbaiki sarana prasarana pendidikan madrasah.

"Perhatian pemerintah terhadap pembangunan sarana pendidikan, khususnya madrasah, penting untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya doa dan dukungan masyarakat agar program berjalan lancar.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pontianak, Aris Sujarwono, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. "Dukungan PHTC membantu memperbaiki infrastruktur madrasah swasta dan memotivasi pendidik dan siswa," katanya.

Dengan fasilitas lebih baik, madrasah diharapkan mampu mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

Aris mengatakan, Wakil Menteri PU melakukan kunjungan langsung ke sejumlah madrasah calon penerima PHTC yang merupakan sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Agama tahun 2025. Kunjungan Wakil Menteri PU dimulai di MIS NU 2 Pontianak, yang berlokasi di Gang Bansir 2, Pontianak Tenggara. Kemudian ke MIS NU 3 dan MTs Al Ma’arif.

Ketiga madrasah itu, telah melalui tahapan penilaian dan proses verifikasi untuk memastikan kelayakan, mengingat kondisi bangunan yang sebagian besar mengalami kerusakan sedang hingga berat.

"Melalui program ini, diharapkan madrasah penerima dapat memiliki sarana dan prasarana yang lebih layak untuk mendukung pembelajaran," pungkasnya. (*)

Editor : Hanif
#wamen PUPR #Diana Kusumastuti #rintisan #pontianak #BLKI #Sekolah Rakyat