PONTIANAK POST - Provinsi Kalbar dipastikan tidak mengirim kontingen pada ajang olahraga terbesar di Pulau Borneo, Borneo Games 2025, yang akan berlangsung di Kuching, Sarawak, 24–28 September mendatang.
Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson menegaskan absennya Kalbar dalam pesta olahraga lintas negara itu bukan karena persoalan teknis, melainkan kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan Pemerintah Provinsi Kalbar.
“Kalbar tidak ambil bagian di Borneo Games dikarenakan tengah dalam masa efisiensi anggaran,” ujar Harisson.
Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi yang diamanatkan oleh pemerintah pusat tersebut, berlaku di seluruh sektor, termasuk pembatasan perjalanan dinas ke luar daerah maupun luar negeri.
“Dalam program efisiensi anggaran, salah satu yang ditegaskan adalah membatasi perjalanan ke luar negeri,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pelancongan, Kesenian, Kebudayaan, Belia dan Sukan Sarawak, Malaysia, Abdul Karim menyampaikan bahwa Kalbar tidak ikut ambil bagian dalam ajang Borneo Games 2025.
“Kalimantan Barat entah bagaimana, akhirnya menyatakan tidak dapat menghantar kontingen. Jadi dari Kalimantan, kita hanya ada satu provinsi yang akan ikut, yaitu Kalimantan Timur,” ujarnya.
Selain Sarawak dan Kalimantan Timur, Borneo Games 2025 juga akan diikuti Brunei Darussalam, Sabah, dan Labuan. Ajang ini mempertandingkan olahraga umum serta cabang tradisional, seperti sumpit dan tarik tambang.
Setelah 13 tahun vakum, Borneo Games kembali digelar atas dorongan Premier Sarawak Abang Johari, sebagai wadah kompetisi sekaligus mempererat silaturahmi lintas provinsi, dan negara di Kepulauan Borneo. Dengan keputusan tersebut, dari wilayah Kalimantan hanya Kalimantan Timur yang dipastikan mengirimkan kontingen ke Borneo Games tahun ini.(bar)
Editor : Hanif