Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rifqi Adnan, Remaja Cerebral Palsy yang Lahirkan Dua Novel Inspiratif

Siti Sulbiyah • Senin, 22 September 2025 | 11:17 WIB

 

KARYA: Muhammad Rifqi Adnan menunjukkan novel karyanya.
KARYA: Muhammad Rifqi Adnan menunjukkan novel karyanya.

PONTIANAK POST - Muhammad Rifqi Adnan menyimpan kisah inspiratif bagi remaja seusianya. Di tengah keterbatasan fisik lantaran mengalami cerebral palsy motorik, pelajar kelas 10 SMAN 1 Pontianak ini justru menunjukkan tekad besar dalam dunia literasi. Bukan hanya gemar membaca, Adnan bahkan telah berhasil membukukan dua karya novel.

Di usianya yang baru 16 tahun, Adnan, begitu ia akrab disapa, mampu menyalurkan imajinasinya lewat dua karya novelnya, yakni “Liam dan Aurora: Cinta Dalam Permusuhan” dan “Jejak Nirwasita: Pencarian Danau Gaib.”

Lahir di Biak, Papua, pada 26 Maret 2009, minat menulisnya tumbuh dari kebiasaan sederhana, yakni menuangkan ide-ide ke dalam catatan harian. Novel pertamanya, setebal 359 halaman, diterbitkan saat ia duduk di bangku SMP Negeri 2 Pontianak.

Ada cerita menarik dibalik pembuatan novel tersebut. Awalnya, cerita itu dipersembahkan untuk seorang teman. Namun, Adnan menilai orang tersebut tampak tak ingin novel tersebut ditujukan kepadanya.

Tetapi kondisi ini tak membuat Adnan berkecil hati. Justru apresiasi yang datang dari banyak pembaca membuatnya semakin bersemangat. “Alhamdulillah,” ucapnya dengan penuh syukur.

Novel keduanya lahir tak lama kemudian, berjumlah 117 halaman. Novel ini pun turut diperkenalkan saat perayaan HUT ke-72 SMAN 1 Pontianak beberapa waktu yang lalu. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Adnan.

Novel-novelnya tersebut mengangkat tema remaja, persahabatan, dan perjuangan menghadapi tantangan hidup dianggap mampu merepresentasikan suara serta kegelisahan generasi muda. Di luar dunia tulis-menulis, Adnan juga remaja biasa yang menyukai sepak bola dan merupakan penggemar berat timnas Indonesia. Ia pun pernah menulis cerita tentang Indonesia yang lolos AFC U-16

Saat ini, meski belum punya ide baru, Adnan bertekad menambah karya lagi di masa depan. “Pengen nambah,” katanya singkat.

Di balik prestasi itu, ada dukungan penuh dari keluarga, terutama sang bunda, Siti Nurhidayati. Ia menyadari perjalanan anaknya tak selalu mudah. Adnan adalah anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan cerebral palsy yang memengaruhi perkembangan motoriknya.

“Dorongan kita sebagai orang tua sangat besar,” tuturnya.

Menurutnya, tidak semua orang tua ABK bisa mendukung penuh anaknya. “Saya sangat bersyukur Adnan punya motivasi tinggi untuk berkembang,” imbuhnya.

Sejak kecil, Adnan memang menunjukkan kecintaan pada buku. Ia gemar membaca apa saja, bahkan sering merekam orang berbicara. Masa SD ia tempuh di sekolah luar biasa (SLB) untuk mempersiapkan fisiknya. Meski begitu, semangatnya tak padam. Kegigihannya kemudian menjadi jalan baginya masuk ke sekolah umum saat SMP, hingga kini bisa melanjutkan ke SMA.

Dukungan dari pihak sekolah juga sangat berarti. Terutama datang dari kepala SMP yang memberi ruang bagi Adnan untuk mengembangkan bakat menulisnya.“Kepala sekolah sewaktu di SMP Negeri 2 Pontianak itu jadi tempat dia bertanya, tempat dia bertukar pikiran,” tuturnya.

Sebagai orang tua, ia terus mendukung apapun yang menjadi kebaikan sang buah hati. Namun semua ide dan penulisan murni dari sang buah hati. “Kita hanya jadi donatur untuk cetak bukunya,” kata dia.

Sebagai orang tua dari anak penyandang disabilitas, Siti Nurhidayati sadar betul bahwa diperlukan dukungan ekstra. Ia meyakini, setiap anak berkebutuhan khusus akan mampu berkembang dengan maksimal jika mendapat pendampingan yang tepat dan dorongan penuh dari keluarga. (sti)

Editor : Hanif
#surat #novel remaja #Perjuangan #persahabatan #kisah inspiratif #celebral palsy