Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Korban Pemukulan Oknum TNI di Pontianak Akan Dioperasi, Rekan Ojol Galang Dana

Siti Sulbiyah • Senin, 22 September 2025 | 12:51 WIB
PENGANIAYAAN: Momen tegang anggota TNI berinisial AF usai memukul pengemudi ojek online di Jalan Panglima Aim, Pontianak Timur, Sabtu (20/9). Kejadian ini terekam warga dan menjadi bukti awal dalam pe
PENGANIAYAAN: Momen tegang anggota TNI berinisial AF usai memukul pengemudi ojek online di Jalan Panglima Aim, Pontianak Timur, Sabtu (20/9). Kejadian ini terekam warga dan menjadi bukti awal dalam pe

PONTIANAK POST – Korban pemukulan oknum TNI berinisial Letda AF di Pontianak, Teguh Sukma, akan menjalani operasi akibat patah tulang hidung yang dideritanya. Di tengah perawatan korban, rekan-rekan sesama pengemudi ojek online (ojol) turut menggalang dana untuk membantu kebutuhan tambahan selama proses pemulihan.

Ketua Sahabat Ojol Bersatu Pontianak, Iwan, menyampaikan bahwa kondisi Teguh saat ini masih dirawat di rumah sakit dan akan menjalani operasi. “Dapat info Rabu akan operasi karena kondisinya mengalami patah tulang hidung,” ujar Iwan, Senin (22/9).

Menurut Iwan, korban terlihat kesakitan dan bahkan mengalami kesulitan berbicara akibat pukulan yang begitu keras. “Kasihan dengan kondisi korban,” katanya.

Atas insiden ini, komunitas ojol di Pontianak menegaskan agar kasus tersebut diproses secara hukum. Mereka telah melaporkan kejadian itu ke Polresta Pontianak. Namun, karena pelaku merupakan anggota aktif TNI, laporan kemudian diteruskan ke Polisi Militer (POM).

“Kami memaafkan, tapi proses tetap berlanjut,” tegas Iwan.

Ia menambahkan, komunitas ojol sempat melakukan aksi solidaritas. Namun, setelah ada kepastian bahwa kasus ini ditindaklanjuti aparat, pihaknya mengimbau agar situasi tetap kondusif.

“Dengan kondisi yang kondusif dan adanya pertanggungjawaban pelaku, kami mengimbau jangan ada lagi pergerakan. Kita tetap kawal, tapi kita kembali bekerja,” ujarnya.

Meski pihak pelaku telah bersedia menanggung biaya pengobatan, komunitas ojol tetap melakukan penggalangan dana untuk membantu korban. “Terlepas biaya ditanggung pelaku, tentu ada biaya-biaya tambahan. Kami sedang mengumpulkan donasi,” jelas Iwan.

Diketahui sebelumnya, insiden pemukulan oleh anggota TNI terhadap seorang pengemudi ojol di Kota Pontianak, Sabtu (20/9), viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Korban, Teguh Sukma, mengalami patah tulang hidung dan memar di wajah setelah diserang oknum TNI berinisial Letda AF di Jalan Panglima Aim, Pontianak Timur. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#Galang Dana #ojol #pontianak #korban pemukulan #TNI