Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lahan Sawit Rakyat Capai 42 Persen, Petani Berpotensi Lampaui Perusahaan

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 23 September 2025 | 06:00 WIB
Sekjen POPSI Hendra J Purba menyampaikan pentingnya peningkatan produktivitas sawit rakyat dalam konferensi di Kalbar.
Sekjen POPSI Hendra J Purba menyampaikan pentingnya peningkatan produktivitas sawit rakyat dalam konferensi di Kalbar.

PONTIANAK POST - Sekjen Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) Hendra J Purba mengatakan saat ini luasan lahan perkebunan kelapa sawit yang dimiliki petani mencapai 42 persen dari total luasan kebun sawit di Indonesia. Dia memperkirakan ke depan cakupan lahan sawit yang dimiliki petani akan semakin meningkat dan lebih besar dari perusahaan.

Dia menjelaskan petani kelapa sawit merupakan game changer bagi industri kelapa sawit Indonesia. Tetapi bila permasalahan petani kelapa sawit utama yaitu produktivitas yang rendah bisa diatasi, maka daya saing sawit Indonesia bisa terjaga bahkan naik baik terhadap produsen sawit lainnya maupun terhadap minyak nabati lain. Bila tidak maka nasib sawit diperkirakan akan sama dengan komoditas perkebunan unggulan lain seperti gula dari eksportir terbesar jadi importir terbesar kakao dari produsen nomor tiga dunia sekarang nomor tujuh.

POPSI kata dia berupaya untuk meningkatkan produktivitas petani. Salah satunya dengan menggelar Conference and Expo bertempat di Kubu Raya, Kalbar, dalam waktu dekat. Di event ini menampilkan produk untuk meningkatkan produktivitas kebun, mulai dari kecambah unggul kelapa sawit, pupuk baik kimia maupun organik, pestisida baik kimia dan hayati, alat dan mesin lainnya.

“Kesempatan baik bagi petani sawit Kalbar untuk punya akses langsung ke produsen. Ditjenbun menyatakan Kalbar termasuk daerah yang peredaran benih ilegitimnya cukup tinggi. Di IPOSC banyak produsen kecambah unggul resmi yang bisa dengan mudah diakses petani. Tidak ada alasan menggunakan benih ilegitim karena tidak tahu dan tidak punya akses ke sumber benih. Kami sudah buka aksesnya lewat IPOSC,” katanya.

Di lapangan, petani juga sering kesulitan mendapatkan pupuk. Oleh sebab itu di kegiatan ini akan dihadirkan berbagai produsen pupuk yang bisa jadi pilihan bagi petani. Demikian juga masalah gangguan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), ada produsen pestisida yang siap membantu petani mengendalikan OPT dengan produk-produknya. Produsen alat dan mesin perkebunan juga hadir untuk memberikan solusi bagaimana meningkatkan efisiensi.

Menurutnya efisiensi adalah kata kunci untuk dapat terus bersaing. Bagi perusahaan IPOSC juga penting. Perusahaan tidak berdiri di ruang vakum, di sekitarnya ada banyak petani kelapa sawit. Produktivitas petani kelapa sawit merupakan tanggung jawab perusahaan terdekat. Bila produktivitas petani gagal dinaikan maka daya saing sawit Indonesia menurun dan ini akan mempengaruhi perusahaan juga seperti harga CPO yang menurun, sulit menjual CPO dan lain-lain.

Perusahaan harus serius membina petani kelapa sawit di sekitarnya. Harus ada level manajer kemitraan dengan jumlah pegawai yang mencukupi untuk membina petani di sekitarnya. Jangan puas hanya perjanjian jual beli TBS saja. Harus lebih maju lagi.

“Pada IPOSC perusahaan bisa terhubung dengan berbagai organisasi petani kelapa sawit. Bisa saling diskusi apa yang dibutuhkan petani dan apa yang bisa diberikan perusahaan. Materi-materi yang disampaikan pada konferensi juga banyak terkait dengan kemitraan seperti PSR jalur kemitraan, FPKM dan lain-lain. Mari bersinergi dalam IPOSC antara petani dan perusahaan kelapa sawit. Kepentingan kita sama mari saling bekerjasama,” tutupnya.(iza)

Editor : Hanif
#Sawit Indonesia #popsicle rainbow #petani #produktivitas #rakyat #daya saing #lahan sawit