Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bebby Nailufa Desak Pemkot Intens Kawal Persoalan Anak Hingga Tuntas

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 23 September 2025 | 10:53 WIB
Bebby Nailufa
Bebby Nailufa

PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa mengatakan berbagai penghargaan yang diraih oleh pemerintah sebetulnya hanya sebagai bonus. Paling penting adalah bagaimana program tersebut bisa konsisten hingga ke tingkat tapak.

“Pernyataan Kalapas Sungai Raya terkait kurangnya perhatian pemerintah terhadap anak-anak di lapas sebetulnya menjadi cambuk bagi kita. Jangan sampai perhatian anak hanya diberikan pada anak-anak di luar saja, namun kita lupa terdapat anak di lapas yang butuh perhatian sama,” ujar Bebby kepada Pontianak Post, Senin (22/9).

Memang kata dia, tak banyak anak Kota Pontianak dibina di lapas. Tak sampai 10 orang jumlahnya. Namun kepedulian Pemkot Pontianak terhadap anak-anak di sini juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai kepedulian masalah anak hanya dilakukan pada anak-anak yang tidak mengalami kasus anak.

Pernyataan kalapas tersebut sebetulnya menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan antara penanggung jawab (OPD) terkait persoalan anak dimintanya untuk lebih peka dan peduli. Terutama pada anak yang berhadapan dengan hukum.

Bebby melihat, sejauh ini Pemkot hanya menarget penghargaan. Padahal penghargaan ini hanya sekedar seremoni. Esensi paling penting adalah bagaimana program-program ini bisa berjalan berkelanjutan hingga tingkat tapak.

Kasus anak di Kota Pontianak ini sangat memprihatinkan. Bahkan hanya gara-gara bermain game online anak bisa menghilangkan nyawa. Belum lagi kasus prostitusi melibatkan anak, buly anak di sekolah serta tindakan kejahatan melibatkan anak. “Ini harus menjadi perhatian. Sebab Pontianak selalu menjargon kota ini kota layak anak,” ujarnya.

Ketika jargon layak anak terus dilantangkan, sudah semestinya jargon itu juga harus dijalankan hingga tingkat tapak. Caranya bisa dimulai dengan mengevaluasi alokasi anggaran untuk program anak dan perempuan.

Menurutmya dukungan anggaran begitu mempengaruhi program yang menyentuh ke dua persoalan ini. Begitu pula kehadiran pemerintah ketika mendampingi anak-anak berhadapan dengan hukum sebaiknya dapat sampai tuntas mengawal kasusnya.

Selama ini dia melihat pengawalan kasus anak berhadapan dengan hukum tidak intens. Harapannya ke depan pengawalan kasus anak ini bisa intens sampai selesai.(iza)    

Editor : Hanif
#anak #penghargaan #dprd pontianak #Bebby Nailufa #Pemkot #Persoalan