Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Melihat Waterfront Kampung Kamboja : Dari Kawasan Sederhana Jadi Destinasi Wisata

Salman Busrah • Minggu, 28 September 2025 | 19:02 WIB
SENJA: Warga menikmati senja di pinggir sungai waterfront Gang Kamboja.
SENJA: Warga menikmati senja di pinggir sungai waterfront Gang Kamboja.

 

 

 

 

Waterfront City, telah menghadirkan wajah lain dari Pontianak: ramah, meriah, sekaligus menenangkan. Di tepiannya, kawasan Senghie hingga Kamboja kini menjelma menjadi magnet baru bagi warga.  Menjadi tempat hiburan murah meriah dan menyenangkan untuk warganya.

 

Salman Busrah, Pontianak

 

SENJA baru saja turun di ufuk barat, langit oranye keemasan memantul indah di permukaan Sungai Kapuas.  Deretan kursi plastik dan rotan dipenuhi pengunjung yang datang bersama keluarga.

Ada yang menikmati jajanan tradisional seperti kroket kentang, kroket ubi, lupis, roti gandum, hingga dokok-dokok manis legit. Minuman dingin dan hangat pun tersedia dengan beragam variasi, menambah suasana makin semarak.

Di tengah riuh rendah pengunjung, tampak Masjid Nurul Huda Al Kurdi berdiri anggun dengan kubah biru dan menara kembar yang menjulang. Masjid ini seakan menjadi penjaga spiritual kawasan, menghadirkan keseimbangan antara rekreasi dan religiusitas.

Dulu, kawasan ini dikenal dengan nama Kampung Kamboja. Identitas lama itu masih melekat di benak warga, namun kini wajahnya telah berubah. Dari kampung sederhana di tepi sungai, menjadi destinasi wisata yang berdenyut hidup dari sore hingga malam.

“Kalau sore seperti ini, rasanya nikmat sekali. Bisa makan sambil menikmati angin sungai, anak-anak juga bisa main bebas,” ujar Ahmad, seorang warga yang sore itu datang bersama istrinya.

Sang istri, Fujiastuti, menambahkan bahwa suasana Waterfront membuat keluarga mereka betah berlama-lama. “Kalau malam lebih indah lagi. Lampu-lampu warna-warni dari kapal dan jembatan menambah suasana romantis. Rasanya tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk liburan, cukup di sini sudah puas,” katanya sambil tersenyum.

Selain kuliner, daya tarik lain adalah kapal Bandung yang disulap menjadi kapal wisata. Dengan kapasitas sekitar 50 orang, kapal ini membawa pengunjung menyusuri Kapuas.

Saat malam tiba, lampu aneka warna di kapal memantul di air sungai, menciptakan pemandangan magis yang tak mudah dilupakan.

Tak jauh dari situ, Jembatan Kapuas Kembar tampak kokoh dan anggun, menjadi latar favorit untuk swafoto. Lengkungannya yang indah seakan menyatu dengan panorama langit senja, melengkapi pesona tepi sungai.

Waterfront City bukan hanya ruang rekreasi, tapi juga simbol kebangkitan wajah Pontianak. Ia lahir dari denyut nadi masyarakat, menjadi tempat semua kalangan melebur tanpa sekat.

Dari obrolan santai, tawa anak-anak, hingga keheningan saat azan berkumandang dari Masjid Nurul Huda Al Kurdi. Semua berpadu harmonis di tepi Kapuas.

Kini, setiap akhir pekan, Kampung Kamboja kembali hidup. Bukan lagi dengan suasana kampung tradisional, tetapi dengan wajah baru: destinasi wisata murah meriah yang kaya rasa, penuh warna, dan sarat makna.**

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#wisata #waterfront #pontianak #kamboja