Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenag Kalbar Jawab Tantangan Kenaikan Zakat 10 Persen

Marsita Riandini • Minggu, 28 September 2025 | 19:22 WIB
Muhajirin Yanis
Muhajirin Yanis

 

PONTIANAK POST — Kementerian Agama menargetkan kenaikan penghimpunan zakat nasional sebesar 10 persen pada tahun ini.

“Ini bukan sekadar angka, tapi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi kita semua untuk lebih aktif dalam edukasi, sosialisasi dan inovasi," ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis.

Muhajirin menuturkan peran zakat dalam Islam tidak hanya sebatas ibadah ritual, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk membangun keadilan, mengurangi kesenjangan, dan memberdayakan umat.

Sehingga peran amil baik di Baznas maupun LAZ sangat penting dalam memastikan zakat dikelola benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Muhajirin menyebutkan berdasarkan sumber data Baznas, penghimpunan zakat nasional tahun 2024 mencapai sekitar Rp40,5 triliun, naik lebih dari 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan terbesar berasal dari zakat fitrah yang melonjak hingga 61persen. Angka ini menunjukkan adanya kesadaran umat yang semakin baik dalam menunaikan zakat.

Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar mencatat, jumlah penerimaan keseluruhan zakat maal, infaq/sedekah, zakat fitrah, fidyah dan DSKL periode 1 Syawal 1445 H sampai dengan 30 Ramadan 1446 H berjumlah Rp127 milyar.

“Jumlah ini tentu masih jauh dari potensi riil yang ada. Jika dikelola optimal, potensi zakat di Kalbar bisa ratusan miliar lebih setiap tahunnya,” tuturnya.

Dari sisi sumber daya manusia, lanjut Muhajirin, amil zakat di Kalbar berjumlah sekitar 160 orang. Namun baru sebagian kecil yang tersertifikasi. Artinya, peningkatan kapasitas dan profesionalitas amil menjadi kebutuhan mendesak. Dia berharap amil zakat  meningkatkan profesionalitas dalam melayani umat.

"Perkuat kapasitas SDM Amil. Terus kembangkan potensi diri, ikuti pelatihan, upgrade dengan sertifikasi, dan penguasaan teknologi harus terus ditingkatkan agar pengelolaan zakat semakin professional," pinta Muhajirin.

Muhajirin menambahkan Baznas, LAZ, pemerintah daerah, ormas Islam, dan masyarakat harus bergandengan tangan. Sinergi ini akan memperkuat peran zakat sebagai solusi sosial.

"Optimalkan teknologi digital. Gunakan aplikasi, platform online dan dashboard publik agar zakat lebih mudah ditunaikan dan lebih transparan dikelola," katanya.

Ia berharap amil meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, kepercayaan muzaki adalah kunci.

"Laporan yang jelas, tepat waktu dan terbuka akan memperkuat legitimasi lembaga zakat. Selain itu, kembangkan program pemberdayaan. Zakat jangan hanya dibagikan, tetapi harus mampu mengubah mustahik menjadi muzaki. Inilah zakat yang berdampak," pungkasnya. (mrd)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#zakat #kemenag #kalbar