PONTIANAK POST - Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Ibrahim mengatakan, secara keseluruhan stok ketersediaan sembilan bahan pokok yang ada baik di pasar dan distributor tercukupi. Namun saat ini, terdapat kenaikan pada beberapa komoditi pokok.
“Untuk secara keseluruhan, ketersediaan stok bahan baku di Pontianak, baik itu di pasar tradisional, modern dan distributor dalam keadaan tercukupi. Untuk beras di Minggu ke empat ketersediaannya mencapai 3.389 ton. Sedangkan kebutuhan kita ada di angka 1.321 ton. Masih terdapat surplus 2.968 ton,” ujar Ibrahim kepada Pontianak Post, Senin (29/9).
Lalu untuk jagung pipil dari data pihaknya, ketersediaan stok mencapai 28 ton dengan kebutuhan kurang lebih 14 ton dan menyisakan surplus di angka 14 ton. Begitu juga dengan bawang merah, ketersediaannya ada 42 ton dengan kebutuhan 23 ton dan surplus 19 ton.
Dia melanjutkan untuk bawang putih ketersediaan ada 54 ton dengan kebutuhan saat ini 19 ton dan Pontianak surplus bawang putih di 35 ton. Cabai besar ketersediaannya mencapai 21 ton, kebutuhan 6 ton dan surplus 14 ton. Cabai rawit ketersediaan mencapai 29 ton kebutuhan 18 ton dan surplus di 10 tonan.
Daging sapi terdapat 69 ton dengan kebutuhan 23 ton dan masih surplus 45 ton. Lalu lanjut dia daging ayam ras ketersediaan mencapai 292 ton sedangkan kebutuhannya 185 ton dan surplus di 107 ton. “Untuk telur ayam ras, ketersediaannya mencapai 297 ton sedangkan kebutuhannya 156 ton dan surplus di angka 141 ton,” ujarnya.
Untuk gula pasir ketersediaannya juga tercukupi. Dimana jumlahnya mencapai 240 ton dengan kebutuhan masyarakat Pontianak mencapai 108 ton. Masih surplus 132 ton. Terakhir minyak goreng ketersediaannya 285 ton dengan kebutuhan 149 ton dan surplus 135 ton. “Ini data terakhir kami di minggu keempat bulan September,” ujarnya.
Meski kebutuhan pokok di Pontianak tercukupi, namun memang terdapat kenaikan pada beberapa komoditi. Seperti cabai keriting yang sebelumnya di Rp 57 ribu kini naik Rp 68 ribu per kilogram. Begitu juga dengan cabai besar sebelumnya Rp 69 ribu kini naik Rp 70 ribu. Lalu cabai rawit merah sebelumnya Rp 53 ribu naik Rp 54 ribu. Cabai rawit hijau sebelumnya Rp 26 ribu naik Rp 28 ribu. Ikan kembung dari Rp 43 ribu naik Rp 46 ribu, ikan tongkol hitam dari 37 ribu naik Rp 39 ribu dan kangkung dari Rp 7 ribu naik Rp 10 ribu.
Ibrahim menambahkan, beberapa komoditi juga terdapat penurunan. Mulai dari bawang merah dari Rp 38 ribu menjadi Rp 35 ribu, udang segar dari Rp 89 ribu kini turun jauh di Rp 13 ribu. “Sedangkan beberapa komoditi lain, seperti kangkung, sawi hijau dan timun juga turun, namun tak banyak,” katanya.(iza)
Editor : Hanif