Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kalbar Ekspor 343,5 Ton Kratom Senilai Rp15,4 Miliar ke India

Arief Nugroho • Rabu, 1 Oktober 2025 | 06:34 WIB

 

EKSPOR: Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto didampingi Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean dan Anggota DPR RI Daniel Johan, melambaikan tangan usai melakukan pelepasan e
EKSPOR: Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto didampingi Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean dan Anggota DPR RI Daniel Johan, melambaikan tangan usai melakukan pelepasan e

PONTIANAK POST - Meski sempat tersandera oleh berbagai regulasi, Pemerintah Indonesia melalui Badan Karantina Indonesia, akhirnya secara resmi melakukan ekspor kratom (Mitragyna speciosa), sebanyak 343,5 ton atau senilai Rp.15,4 miliar ke India, melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak, Selasa (30/9).

Pelepasan ekspor kratom ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Anggota DPR RI Daniel Johan, dan disaksikan sejumlah pejabat lainnya. 

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean mengungkapkan, ekspor ini dilakukan setelah kratom di Kalbar mendapat izin dan sertifikasi. Dengan demikian, kratom Kalbar yang selama ini hanya bisa dikirim ke Surabaya atau Jakarta, kini bisa di ekspor langsung dari Kalbar ke luar negeri.

“Sistem pelayanan kita sudah secara digital. Semua syarat-syarat itu sudah sesuai dengan negara-negara mitra kita. Jadi jangan diragukan lagi,” ungkapnya.

Dalam ekspor yang dilakukan, Sahat Manaor Panggabean menegaskan bahwa segel barang ekspor harus tetap utuh hingga sampai kepada negara tujuan untuk memastikan barang yang dikirim benar-benar sesuai standar yang disyaratkan.

“Segel barang itu sampai ke negara tujuan, tanpa sobek. Kalau sobek, itu berarti ada sesuatu yang terjadi di barangnya,” tegas dia.

Menurutnya, ekspor yang dilakukan dari Kalbar ini merupakan bagian dari pelayanan yang lebih baik untuk membantu pemerintah daerah agar semua komoditas milik daerah atau lokal benar-benar tercatat dari pemerintah daerah. 

“Sertifikat keluar izinnya dan ketertelusurannya bisa kami sampaikan melalui karantina ini,” katanya.

 Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyambut baik ekspor komoditas berupa kratom Kalbar ke India. 

“Selamat kepada Balai Karantina Indonesia yang bisa melakukan sertifikasi ekspor barang-barang dari Kalbar di sini sehingga semua yang tercatat di sini merupakan produk dari Kalbar. Dengan demikian, pemasukan-pemasukan juga untuk Kalbar. Ini menjadi suatu kemajuan yang bagus. Mudah-mudahan pelayanan juga bagus bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Selain kratom, ada beberapa komoditas lain yang diekspor dari Kalbar ke luar negeri seperti sarang burung walet, ikan arwana, ikan betutu, tenggiri, pinang, kelapa bulat, dan beberapa komoditas lainnya. Siti Hediati Soeharto berharap, ekspor ini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah maupun APBN.

“Saya juga bangga Kalimantan Barat punya produk-produk ekspor yang begitu banyak. Ada sarang burung walet cukup besar, kemudian kratom jumlahnya cukup besar. Arwana juga cukup besar bisa diekspor ke luar negeri,” pungkasnya.(arf)

Editor : Hanif
#ekspor #Siti Hediati Soeharto #kalbar #kratom #Pelabuhan Dwikora Pontianak #india