Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dewan Desak Kapal Cadangan Saat Feri Bardan–Siantan Naik Docking

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 1 Oktober 2025 | 07:11 WIB

 

Trisna Ibrahim
Trisna Ibrahim

PONTIANAK POST - Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim mengatakan saat ini PT Jembatan Nusantara selaku mitra yang melayani penyeberangan kapal feri Bardan-Siantan dan sebaliknya tengah melakukan docking kapal. Perbaikan sudah dilakukan sejak 17 September dengan target 25 hari kerja.

“Saya sudah mendapatkan penjelasan dari PT Jembatan Nusantara terkait tidak beroperasinya kapal feri sejak 29 Juli lalu. Saat ini mereka masih melakukan docking kapal namun sempat mengalami kendala karena ketersediaan dock space,” ujar Trisna kepada Pontianak Post, Selasa (30/9).

KMP jelasnya, sedang melaksanakan docking di Bina Vista Pontianak dengan estimasi docking 25 hari terhitung sejak kapal naik docking 17 September lalu. Ia berharap, selama kapal masuk docking tidak terdapat kendala di lapangan. Sehingga target 25 hari kerja ini bisa sesuai harapan.

Trisna menjelaskan, dalam proses docking banyak yang harus dikerjakan. Mulai dari membersihkan lumut, karang, kotoran di badan kapal atau mungkin pengecatan ulang dengan cat anti fouling.

Mungkin juga dilakukan pengecekan kondisi lambung, pelat baja, sambungan dan struktur bawah air. Tujuannya memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan. Tujuan dari perbaikan itu, kata dia, untuk mendukung keberlangsungan pelayanan operasional KMP jembatan Kapuas.

Sebelumnya terhentinya jasa penyeberangan kapal feri ini dikeluhkan oleh pengguna jasa tersebut. Mereka berharap, pengoperasian kapal feri dapat segera berjalan.

Iwan, pengguna penyeberangan kapal feri menuturkan, dengan terhentinya pengoperasian feri penyeberangan sedikit banyak turut berpengaruh pada dirinya yang keseharian menggunakan transportasi penyeberangan itu.

Menurutnya, jika harus melalui jembatan Kapuas I dan Jembatan Landak akan memakan waktu lumayan. Sehingga kapal feri menjadi alternatif untuk dirinya ke tempat tujuan.

Begitu pula ketika dia harus pulang dari Siantan ke arah kota, jika mesti melalui jembatan khususnya waktu sore kadang juga macet. Belum lagi rasa lelah sehabis bekerja seharian sedikit banyak mengurangi konsentrasinya ketika berkendara. Oleh sebab itu, dia lebih memilih menggunakan feri. Di kapal dia bisa sembari istirahat.

Hal senada juga dikatakan pengguna feri lainnya, Pian. “Mudah-mudahan pengoperasian kapal feri segera kembali normal. Ini sudah cukup lama tak beroperasi, sehingga kami yang keseharian menggunakan feri juga merasa berat harus mutar jauh lewat jembatan Kapuas,” keluhnya.

Pemkot Pontianak selaku pemberi izin pengoperasian, hendaknya bisa melakukan koordinasi dengan pihak ketiga selaku pemilik jasa feri penyeberangan ini. Jika kerusakan sudah semakin lama, ada baiknya pihak perusahaan tersebut mendatangkan kapal feri cadangan. Dengan demikian kekosongan pelayanan feri penyeberangan tidak berlangsung lama.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin minta pihak jasa penyedia transportasi penyeberangan feri untuk dapat kembali memberikan pelayanan seperti biasa. Sebab dia cukup banyak menerima keluhan masyarakat terkait dengan terhentinya pelayanan feri ini.

Dia menilai, jika pelayanan feri sudah semestinya memiliki kapal cadangan. Tujuannya untuk mengantisipasi kejadian saat ini dimana feri tidak beroperasi. Jika kerusakan kapal semakin berlarut maka pelayanan penyeberangan juga akan terganggu.

Utamanya truk-truk yang menjadikan feri sebagai kendaraan transportasi utama penyeberangan. Namun karena feri tak beroperasi maka mereka juga harus menggunakan Jembatan Kapuas II baik untuk berkirim barang atau mengambil barang.(iza)

Editor : Hanif
#Feri #docking #dewan #layanan penyeberangan #siantan #bardan #kapal