Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

2.143 Kopdeskel Berdiri di Kalbar, Pemerintah Dorong Ekonomi Desa Bangkit

Novantar Ramses Negara • Rabu, 1 Oktober 2025 | 07:38 WIB
RAKOR REGIONAL: Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam Rakor Regional Kopdeskel Merah Putih di Qubu Resort, Kubu Raya pada , Selasa (30/9).
RAKOR REGIONAL: Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam Rakor Regional Kopdeskel Merah Putih di Qubu Resort, Kubu Raya pada , Selasa (30/9).

PONTIANAK POST – Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono, menegaskan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih bukan sekadar program pemerintah, melainkan sebuah keputusan ideologis dan gerakan negara. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Regional Kopdeskel di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (30/9).

“Kopdeskel adalah manifestasi ide dasar Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan sistem ekonomi nasional sesuai UUD 1945, yakni perekonomian yang disusun berdasarkan asas kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong. Jika koperasi maju, maka seluruh perekonomian kita juga akan maju,” tegas Ferry.

Rakor ini turut dihadiri Gubernur Kalbar Ria Norsan, Wamenkop RI Farida Farichah, Sekjen Kemenkop Ahmad Zabadi, serta kepala dinas koperasi se-Kalimantan dan Jawa Tengah. Ferry menekankan, Kopdeskel Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus solusi untuk membebaskan masyarakat desa dari jerat pinjaman online, tengkulak, serta tingginya harga kebutuhan pokok.

Untuk mempercepat implementasi, Kemenkop menyiapkan langkah operasional, di antaranya pemanfaatan Sistem Informasi dan Manajemen Kopdeskel (SIMKOPDES), penempatan business assistant dan project management officer (PMO), penyaluran tenaga ahli dan PPPK mulai Oktober 2025, serta kerja sama dengan Kejaksaan lewat aplikasi Jaga Desa guna memperkuat pengawasan. “Ukuran keberhasilan Kopdeskel adalah keuntungan. Karena koperasi merupakan badan usaha, maka harus benar-benar diawasi agar berjalan optimal,” tambahnya.

Gubernur Kalbar Ria Norsan melaporkan, saat ini Kalbar sudah memiliki 2.143 Kopdeskel Merah Putih, dengan 1.613 di antaranya telah mengaktifkan akun microsite. Ia mengajak koperasi benar-benar menjadi motor pembangunan ekonomi daerah. “Mari kita jadikan koperasi bukan sekadar pelengkap, tetapi penggerak utama perekonomian, khususnya di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Norsan juga menekankan perlunya program bersama Dinas Koperasi/UKM dan BUMN untuk pembinaan UMKM, pengembangan kemitraan rantai pasok yang saling menguntungkan, serta pemanfaatan penuh microsite Kopdeskel Merah Putih sebagai instrumen digitalisasi, transparansi, dan branding koperasi desa. “Dengan sinergi itu, koperasi akan kokoh sebagai soko guru perekonomian nasional yang berdaya saing,” pungkasnya. (mse)

Editor : Hanif
#menkop ukm #ekonomi rakyat #ideologis #kalbar #Kopdeskel