PONTIANAK POST – Untuk pertama kalinya, sebuah koperasi desa di Kalimantan Barat berhasil menembus akses pinjaman lembaga keuangan. Koperasi Desa Merah Putih di Jeruju Besar mencatat sejarah dengan memperoleh pembiayaan Rp502 juta dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan capaian ini bukan sekadar bantuan dana, melainkan lompatan besar bagi pemberdayaan ekonomi desa. “Alhamdulillah sudah ada ya, dapat. Ini contoh nyata agar koperasi lain di Kalbar ikut termotivasi,” ujarnya, belum lama ini.
Pinjaman tersebut akan digunakan memperluas gerai sembako dan menambah pasokan LPG, beras, minyak goreng, serta kebutuhan pokok lain. Sebagian dana, sekitar Rp170 juta dipakai membeli satu unit pick-up untuk distribusi beras SPHP dan telur. “Kendaraan sudah kami pesan dan bayar. Ini sangat penting karena selama ini kami harus menjemput sendiri barang,” jelas Kepala Desa Jeruju Besar, Nurhalijah.
Selain mengelola sembako, Koperasi Merah Putih juga aktif mengolah sampah kering menjadi sumber tambahan pendapatan, sementara sampah organik dibagikan gratis ke warga. Pemerintah pun memperkuat dukungan dengan menyerahkan dua mesin pengolah sampah: mesin pencacah dan mesin pengepres.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, yang datang meninjau langsung bersama Wamen Farida Farichah dan Gubernur Ria Norsan, menegaskan pinjaman ini adalah awal dari penguatan ekonomi desa. “Kami akan bangun gudang berukuran 20x30 meter serta merenovasi gerai koperasi agar pelayanannya sesuai standar yang diharapkan Presiden,” tegas Ferry.
Dengan tambahan modal dan dukungan pemerintah, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi model koperasi modern berbasis desa, bergerak di berbagai lini usaha, dari kedai sembako, klinik desa, pengolahan sampah, hingga pupuk organik. (mse)
Editor : Hanif