PONTIANAK POST - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak) kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan inovasi pemberdayaan masyarakat. Melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III Tahun Anggaran 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi, FEB UM Pontianak dipercaya mengimplementasikan program pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya.
Keputusan pendanaan yang diumumkan pada 7 September 2025 ini menjadi bukti kepercayaan sekaligus kebanggaan bagi sivitas akademika UM Pontianak, khususnya FEB, dalam menjalankan peran strategis perguruan tinggi sebagai agent of change bagi masyarakat.
Program ini melibatkan 20 mahasiswa terpilih dari tiga program studi unggulan—Manajemen, Bisnis Digital, dan Teknik Informatika—yang berkolaborasi lintas disiplin untuk menghadirkan solusi komprehensif. Pendekatan interdisipliner tersebut selaras dengan visi UM Pontianak dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademis, peka terhadap persoalan sosial, serta mampu memecahkan masalah nyata di tingkat grassroot.
Acara penyerahan mahasiswa pada 23 September 2025 disambut antusias oleh Kepala Desa Sungai Deras, Syahrus Shiyam, perangkat desa, Pokdarwis sebagai Mitra 1, PKK Sungai Deras sebagai Mitra 2, serta masyarakat setempat. Kehadiran mereka menandai babak baru transformasi desa menuju destinasi ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
Klaster Pelestarian dan Revitalisasi Budaya, meliputi Dokumentasi dan Revitalisasi Kearifan Lokal, Pelatihan Pengemasan Nilai Budaya dalam Produk Ekonomi Kreatif, Workshop Pengembangan Kapasitas Kepemimpinan Komunitas, serta Festival Budaya dan Kuliner Lokal sebagai grand event yang melibatkan seluruh masyarakat. Klaster ini memperkuat identitas budaya sebagai unique selling proposition (USP) destinasi ekowisata, sekaligus membangun kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur mereka.
Klaster Konservasi Lingkungan dan Keberlanjutan, menghadirkan Pelatihan Konservasi Lingkungan dan Biodiversitas serta Pelatihan Pengelolaan Sampah dan Limbah Wisata. Kedua program ini diimplementasikan untuk memastikan keberlanjutan ekologis dalam pengembangan ekowisata, selaras dengan prinsip sustainable development yang menjadi nilai inti UM Pontianak.
Klaster Tata Kelola dan Pengembangan Institusi, meliputi Pendampingan Revitalisasi Manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pelatihan Tata Kelola Keuangan dan Transparansi, Workshop Penyusunan Regulasi Desa Pendukung Ekowisata, dan Pengembangan Jejaring Kemitraan. Klaster ini menjadi keunggulan FEB UM Pontianak yang membekali masyarakat dengan tata kelola profesional untuk mendukung keberlanjutan program jangka panjang.
“Kami tidak hanya mengajarkan cara menciptakan usaha, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan governance yang baik dan berkelanjutan,” tegas Dr. Dedi Hariyanto.
Sesuai dengan roadmap program, tim pengabdian akan melakukan pendampingan intensif dengan turun ke lapangan sebanyak enam kali selama dua bulan pelaksanaan. Setiap kunjungan dirancang untuk memberikan pelatihan, mentoring, dan evaluasi kemajuan yang terukur, memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif dan menghasilkan outcome yang berkelanjutan. Mahasiswa menjadi motor utama program ini. Mahasiswa Bisnis Digital memimpin branding destinasi secara daring, mahasiswa Manajemen mengembangkan model bisnis CBSE dan tata kelola BUMDes, sementara mahasiswa Teknik Informatika mendukung dokumentasi digital serta sistem informasi pariwisata.
Baca Juga: Mariah Carey Guncang Sentul, Tampilkan Suara Emas di Konser Privat “The Celebration of Mimi”
Implementasi keempat klaster program telah menghasilkan outcome yang signifikan dalam transformasi Desa Sungai Deras menuju destinasi ekowisata berkelanjutan. Klaster pengembangan ekonomi kreatif berhasil menciptakan diversifikasi produk lokal dengan nilai tambah ekonomi yang terukur, membuka peluang kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat
Klaster pelestarian budaya menghasilkan dokumentasi komprehensif kearifan lokal yang menjadi aset berharga sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan komunitas yang lebih adaptif dan visioner. Pada aspek konservasi lingkungan, implementasi program menghasilkan sistem pengelolaan limbah wisata yang terstruktur untuk menjamin keberlanjutan ekosistem, membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Sementara itu, klaster tata kelola institusi menghasilkan kerangka regulasi dan manajemen yang memperkuat tata kelola desa dalam mendukung pengembangan sektor ekowisata secara profesional dan akuntabel.
“Program ini membuktikan bahwa mahasiswa kami bukan hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap menyalakan perubahan positif bagi masyarakat. Mereka hadir sebagai agen transformasi sosial, yang dengan semangatnya mewujudkan moto FEB UM Pontianak Fostering Excellence and Brilliance,” ujar Fita Kurniasari menutup dengan optimisme.
Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi FEB UM Pontianak sebagai center of excellence dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Barat. Dengan pendekatan akademik berbasis riset dan implementasi lapangan yang terukur, UM Pontianak terus membuktikan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan bangsa. (sti/ser)
Editor : Hanif