PONTIANAK POST - Tim PKM Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak merancang instalasi air bersih sesuai perhitungan kebutuhan di Pondok Pesantren Al-I’tishom, Jalan Pembangunan Patok 25, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan informasi terkait kapasitas air bersih yang dibutuhkan sesuai dengan fungsi bangunan dan jumlah pengguna air bersih.
Tujuan lainnya, membantu tersedianya instalasi air bersih yang memadai bagi mitra, yaitu Pondok pesantren yang berdiri di atas lahan seluas 5000 m persegi, dengan ukuran lahan 50m x 100m. Dikarenakan besarnya luas lahan serta memiliki jumlah pengguna yang membutuhkan air bersih yang tidak sedikit sehingga diperlukan perancangan instalasi yang tepat guna, sesuai dengan kebutuhan.
Ada beberapa tahapan kegiatan. Tim PKM Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak kunjungan ke Ponpes untuk identifikasi awal. Tim PKM diketuai oleh Nurul Qalbi Kurniashally, S.T., M.T., dan beranggotakan Ary Fitriyanto, S.T., M.Sc.; Indrayadi, S.T., M.T.; Taufik Wibowo, S.T., M.T.; Dede Irwan, S.T., M.T.; Rissa Fitria Syafutri, S.Ars., M.Arch.; Fiska Hidayat, S.Ars., M.Ars.; Chandra Bayu, S.T., M.T.; Fery Kurniadi, S.T., M.T.; dan Yudithya Ratih, S.T., M.T.
Tahapan berikutnya pengumpulkan data awal berupa pendataan bangunan berdasarkan zonanya yaitu Zona Asrama Putri, Zona Asrama Putra, dan Zona Masjid. Dilakukan juga pengukuran secara keseluruhan, baik pengukuran tapak maupun pengukuran bangunan, jumlah pengguna pada setiap zona, sumber air baku yang digunakan sehari-hari, serta rencana yang diharapkan dari pihak Ponpes.
Perhitungan air bersih menjadi tahapan terakhir pada proses analisa kebutuhan air bersih dengan mempertimbangkan pemakaian air rata-rata (m3/jam), pemakaian air (m3) dan jangka waktu pemakaian. Kemudian memastikan standar konsumsi air harian yang relevan untuk tipe bangunan pondok pesantren adalah bangunan dengan fungsi asrama yang memiliki standar konsumsi air bersih sebesar 120/liter/penghuni/hari. Perhitungan air bersih juga dibuat dengan memperkirakan terjadinya penambahan pengguna sebesar 50%.
"Berdasarkan perhitungan kebutuhan air bersih, didapatlah kebutuhan total air bersih sebanyak 8.000 liter," ujar Ketua Tim, Nurul Qalbi Kurniashally, S.T., M.T.
Setelah memastikan kapasistas ideal terkait ketersediaan air bersih, selanjutnya dilakukan tahapan perancangan instalasi air bersih. Konsep desain berupa rencana perletakan tandon air, kapasistas tandon air yang dibutuhkan, serta sistem distribusi air bersih yang akan disalurkan dari tandon ke tiap zona menggunakan pipa sesuai dengan jalur distribusinya.
"Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengetahui kapasitas air bersih yang dibutuhkan serta sistem distribusi air bersih pada tiap zona sesuai dengan kondisi yang terjadi di Ponpes. Diharapkan air bersih yang telah terencana sesuai dengan kapasistas dan sistem pendistribusiannya dapat memudahkan akses penggunaan air bersih yang layak bagi pengguna, yaitu para santriwan, santriwati, serta para pengasuh Pondok Pesantren," paparnya.
PKM ini dapat terlaksana karena bantuan dari semua pihak. Semoga dengan terlaksananya kegiatan PKM ini dapat menjadi pengalaman yang dapat bermanfaat, serta dapat memberikan perbaikan dalam tatanan kehidupan di masyarakat secara luas. (mrd)
Editor : Miftahul Khair