Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

KUR Kalbar Tembus Rp2,8 Triliun, Petani Jadi Penggerak Utama

Siti Sulbiyah • Minggu, 12 Oktober 2025 | 19:47 WIB
Ilustrasi Uang
Ilustrasi Uang

PONTIANAK POST —Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Barat terus menunjukkan kinerja positif. Hingga tahun berjalan, penyaluran KUR tercatat mencapai Rp2,84 triliun dengan penerima sebanyak 38,16 ribu debitur.

Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono, menyampaikan bahwa dari total tersebut, realisasi terbesar berasal dari Kabupaten Ketapang dengan nilai Rp348,64 miliar.

Namun, jika dilihat dari jumlah penerima, Kabupaten Sambas mencatat angka tertinggi yakni mencapai 4,7 ribu debitur.

“Sektor terbesar pada realisasi KUR Kalbar adalah pertanian, perburuan, dan kehutanan yang mencapai 52,10 persen dari total penyaluran,” ungkap Rahmat belum lama ini.

Sementara itu, dari sisi pembiayaan Ultra Mikro (UMi), realisasi di Kalbar tercatat sebesar Rp111,96 miliar kepada 23,47 ribu debitur. Dari jumlah tersebut, Kota Pontianak menjadi daerah dengan realisasi tertinggi yakni Rp13,04 miliar kepada sekitar 2,7 ribu debitur.

“Tertinggi Kota Pontianak yang diikuti oleh Kabupaten Sambas dan Kubu Raya. Sementara yang terendah ada di Kabupaten Kayong Utara dan Melawi,” ujarnya.

Berbeda dengan KUR yang didominasi sektor pertanian, penyaluran pembiayaan UMi justru paling besar pada sektor perdagangan besar dan eceran, mencapai 97,05 persen dari total realisasi.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Muhammad Fahmi, menyampaikan bahwa sekitar pelaku UMKM telah memberikan kontribusi dalam perekonomian Indonesia. Menurut Fahmi, meskipun terdapat berbagai sumber pembiayaan dari lembaga perbankan dan non-perbankan, masih ada yang kesulitan dalam mengaksesnya.

“Tinggal bagaimana kemudahan mengakses pembiayaan melalui lembaga jasa keuangan,” terangnya.

Salah satu bidang yang paling diminati para pelaku usaha adalah kuliner, yang mencakup makanan basah maupun kering. Namun, selain kuliner, terdapat berbagai peluang usaha lain yang bisa dijajaki, tergantung pada kondisi lingkungan dan minat individu.

Ia pun terus mendorong palaku usaha untuk terus belajar, misalnya dengan mengikuti pelatihan antara lain, pelatihan digital marketing, hingga pelatihan untuk mendapatkan pembiayaan. “Sering ikut diskusi mengenai UMKM juga penting,” tegasnya.

Selain itu, Fahmi juga mendorong pelaku usaha untuk berkolaborasi. Dengan 92 persen dari UMKM merupakan pelaku usaha mikro, ia menyarankan agar para pelaku usaha berkumpul dalam kelompok, seperti koperasi, untuk saling mendukung dan berbagi pengetahuan. 8

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kredit #kalimantan barat #KUR #pontianak