Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dinkes Kalbar Genjot Capaian Imunisasi Anak Pasca Pandemi

Novantar Ramses Negara • Rabu, 15 Oktober 2025 | 10:48 WIB

 

Erna Yulianti
Erna Yulianti

PONTIANAK POST - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Erna Yulianti menegaskan, program imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif dan efisien dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan, serta kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Ia menjelaskan, capaian imunisasi dasar lengkap di Kalimantan Barat dalam lima tahun terakhir (2020–Agustus 2025) belum menunjukkan hasil optimal. Kondisi tersebut antara lain disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang sempat menurunkan angka imunisasi anak di berbagai daerah.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat bersama Kementerian Kesehatan RI, CDC Indonesia, dan Pusat Kajian Psikologi Sosial Universitas Negeri Makassar telah menggelar Workshop Pelaksanaan BeSD (Behavioural and Social Drivers) Survei di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pelaksanaan program imunisasi dan surveilans penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) di wilayah prioritas, seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Singkawang.

Erna menjelaskan bahwa melalui survei BeSD tersebut, pihaknya ingin mengidentifikasi berbagai faktor penyebab rendahnya minat masyarakat terhadap imunisasi. Faktor-faktor tersebut mencakup pengetahuan masyarakat, tingkat kepercayaan, pengaruh tokoh masyarakat, hingga sistem layanan kesehatan.

Ia berharap hasil survei dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi peningkatan cakupan imunisasi di daerah.

“Survei BeSD menjadi langkah penting untuk memahami faktor sosial dan perilaku masyarakat yang memengaruhi partisipasi dalam imunisasi,” jelas Erna.

Lebih lanjut, Erna menerangkan bahwa pendekatan subnasional konsekuensial geografis yang digunakan dalam survei ini difokuskan untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan melalui intervensi di wilayah dengan tantangan paling signifikan. Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama bilateral antara Kementerian Kesehatan RI dan US CDC dalam mendukung transformasi kesehatan nasional.

Kadinkes Kalbar itu menegaskan bahwa imunisasi merupakan kunci dalam menciptakan generasi yang tangguh dan sehat menuju Indonesia Emas 2045. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, bukan hanya anak-anak yang terlindungi, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

“Imunisasi adalah kunci menciptakan generasi yang tangguh dan sehat menuju Indonesia Emas 2045. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, bukan hanya anak-anak yang terlindungi, tetapi juga seluruh masyarakat,” pungkas Erna. (mse)

Editor : Hanif
#Indonesia Sehat #cdc #Dinkes Kalbar #survei #kemenkes #imunisasi