Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dosen UMP Kembangkan Intervensi Gizi untuk Cegah Stunting di Daerah Aliran Sungai

Ashri Isnaini • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:21 WIB

Tim penelitian riset prodi dan kader posyandu setelah kegiatan pemberian PMT Pangan Lokal.
Tim penelitian riset prodi dan kader posyandu setelah kegiatan pemberian PMT Pangan Lokal.

PONTIANAK POST — Dua dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), Marlenywati dan Indah Budiastutik, kembali melaksanakan kegiatan penelitian terkait pencegahan stunting melalui studi intervensi gizi pada balita di daerah aliran sungai.

Penelitian ini merupakan lanjutan dari riset terapan yang dibiayai  Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMP , dengan tujuan meningkatkan status gizi balita di Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.

Sebanyak 30 ibu dengan balita berusia 24–59 bulan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dalam dua tahap intervensi, yakni pada Selasa (19/8) dan Rabu (10/10).

Rangkaian kegiatan meliputi pengukuran status gizi balita (penimbangan berat dan tinggi badan), edukasi gizi seimbang, serta pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang diolah bersama kader posyandu setempat.

Baca Juga: Cetak Rekor Fast-Track, 118 Mahasiswa FEB UMP Lulus Hanya dalam 3,5 Tahun

Pada intervensi pertama, PMT yang diberikan berupa Bakso Ikan Labu Kuning dan Puding Ubi Ungu, sedangkan pada intervensi kedua disajikan Nasi Kibut Ayam Suir dengan Sayur serta Tart Pisang.

Penyampaian materi Edukasi Pencegahan Stunting pada Ibu yang memiliki Balita.
Penyampaian materi Edukasi Pencegahan Stunting pada Ibu yang memiliki Balita.

“Hampir 90 persen balita menyukai dan menghabiskan PMT yang diberikan, menunjukkan bahwa intervensi ini diterima dengan sangat baik oleh anak-anak,” ujar  salah satu dosen peneliti, Marlenywati. 

Selama 30 hari masa pemantauan, pola makan balita juga dicatat melalui rapor makanan bergizi, sehingga perilaku makan anak dapat terus dipantau dan dievaluasi.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, pada akhir kegiatan para ibu balita menerima bingkisan berisi bahan makanan bergizi, yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan menu sehat bagi anak di rumah.

Dosen peneliti lainnya, Indah Budiastutik menambahkan intervensi terpadu ini tidak hanya berfokus pada peningkatan status gizi anak, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada ibu balita tentang penyusunan menu sehat dan bergizi seimbang.

Baca Juga: ANTAM dan UMP Fasilitasi Pembentukan FKD di Tayan Hilir, Dorong Percepatan Penurunan Stunting

“Kolaborasi dengan kader posyandu sangat penting untuk memastikan keberlanjutan kegiatan di masyarakat. Melalui pendampingan langsung, ibu-ibu menjadi lebih paham dan termotivasi untuk menjaga asupan gizi anaknya,” jelasnya.

Kegiatan riset ini lanjutnya, menjadi bukti nyata pendekatan gizi terpadu berbasis pangan lokal dan edukasi keluarga dapat meningkatkan penerimaan makanan bergizi serta mendukung upaya pencegahan stunting di kawasan pesisir sungai. (ash/ser)

Editor : Miftahul Khair
#penelitian #Universitas Muhammadiyah Pontianak #stunting #gizi