Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ratusan Sopir Truk Kalbar Demo Kecurangan Solar Subsidi, Wagub Krisantus Ultimatum Satu Bulan Pertamina untuk Bereskan Masalah

Ashri Isnaini • Kamis, 16 Oktober 2025 | 20:30 WIB

 

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menemui pendemo di Sungai Ambawang, membahas solusi penyaluran solar subsidi agar tepat sasaran.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menemui pendemo di Sungai Ambawang, membahas solusi penyaluran solar subsidi agar tepat sasaran.

SUNGAI AMBAWANG — Ratusan sopir truk Kalimantan Barat turun ke jalan, Kamis (16/10), menuntut keadilan atas langkanya solar subsidi yang kini lebih mudah didapat pelangsir ketimbang pengangkut logistik.

Aksi damai yang digelar di Bundaran Tugu Alianyang, Kecamatan Sungai Ambawang, berlangsung tertib di bawah pengamanan ketat Polres Kubu Raya.

“Kami bukan mau bikin gaduh, tapi mencari keadilan. BBM subsidi harus sampai ke yang berhak,” tegas Muhammad Ali alias Daeng Ali, koordinator lapangan aksi.

“Pelangsir Aman, Sopir Truk Kelimpungan”

Sekitar 150 sopir dengan 80 truk memadati bundaran, mengusung spanduk bertuliskan keluhan tajam seperti:

“BBM Subsidi untuk Truk Logistik", "BBM Subsidi Dikuasai Pelangsir", dan "Tolong Kami Sopir Kalbar Pak Presiden".

Para sopir menuding sebagian besar SPBU di Kalbar dikuasai pelangsir, membuat mereka kesulitan mendapatkan solar subsidi untuk operasional harian.

Mereka menuntut pemerintah dan Pertamina menindak SPBU nakal yang menyalurkan solar ke pihak tak berhak.

Dalam forum itu, perwakilan sopir Toni menegaskan ultimatum:

“Kalau tidak ada tindakan nyata, kami siap turun lagi ke Kantor Gubernur, bawa truk, dan tutup jalan!”

Daeng Ali juga menuntut agar semua SPBU wajib aktifkan CCTV dan menghubungkan barcode BBM dengan nomor polisi kendaraan.

“CCTV itu bukti transparansi. Kalau ada penyimpangan, bisa langsung dilihat,” ujarnya.

 

Pemprov Kalbar Beri Tenggat Satu Bulan

Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan memberi waktu satu bulan kepada Pertamina untuk menindaklanjuti seluruh keluhan sopir.

“Kami akan pantau langsung. Aparat dan instansi terkait wajib ikut mengawasi agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar sopir menggunakan pelat nomor Kalbar sebagai bentuk kontribusi bagi daerah, serta menjanjikan penertiban harga eceran tertinggi (HET) dan takaran BBM di pengecer.

Pertamina Akui Ada SPBU Nakal

Menanggapi tuntutan itu, Sales Area Manager Kalbar PT Pertamina Patra Niaga, Aris Ilmi, mengaku telah mem-blacklist dua SPBU yang terbukti menyalurkan solar tidak sesuai aturan.

“Kuota dua SPBU itu sudah kami alihkan ke SPBU terdekat. Kami juga buka saluran pengaduan melalui Call Center Pertamina,” jelasnya.

Pertamina juga meminta data nomor polisi kendaraan ekspedisi agar mudah membedakan sopir logistik dari pelangsir.

Aksi berakhir tertib. Para sopir menyerahkan dokumen tuntutan resmi kepada Pemerintah Provinsi sebagai dasar penyusunan Instruksi Gubernur untuk menertibkan SPBU.

IPTU P. Pasaribu dari Polres Kubu Raya menilai aksi ini sebagai contoh aspirasi yang sehat.

“Ini sinergi positif antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan dalam mencari solusi bersama,” ujarnya. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#spbu #Krisantus Kurniawan #kalbar #kalimantan barat #Pertamina #pelangsir #bbm #pertamina patra niaga #solar #demo #subsidi #unjuk rasa