Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Festival Tunas Bahasa Ibu 2025: Ajak Generasi Muda Lestarikan Bahasa Daerah

Novantar Ramses Negara • Senin, 20 Oktober 2025 | 11:22 WIB

 

PEMBUKAAN: Sekda Kalbar, dr. Harisson, M.Kes. membuka  resmi Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (18/10).
PEMBUKAAN: Sekda Kalbar, dr. Harisson, M.Kes. membuka resmi Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (18/10).

PONTIANAK POST – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025 resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), dr. Harisson, M.Kes., di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (18/10).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar, Dr. Uniawati, S.Pd., M.Hum., Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Windy Prihastari, S.STP., M.Si., serta sejumlah kepala perangkat daerah dan peserta FTBI dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar.

Dalam sambutannya, Sekda Harisson menekankan pentingnya bahasa ibu dalam membentuk karakter, identitas, dan cara berpikir generasi muda. Ia mengingatkan bahwa pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari lingkungan keluarga dan pendidikan.

“Bahasa ini sangat beragam dan harus dipelajari serta dijaga kelestariannya. Kita ingin agar anak-anak tetap menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari. Kadang, dengan bahasa ibu, mereka lebih mudah mengungkapkan perasaan dan memahami pelajaran,” ujar Harisson.

Ia menambahkan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cerminan budaya, identitas, dan kewibawaan bangsa.

“Di dalam bahasa tersimpan nilai-nilai kehidupan, kearifan lokal, dan cara berpikir masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melestarikan bahasa ibu berarti menjaga budaya dan jati diri Kalimantan Barat,” tambahnya.

Kepada para peserta FTBI, Harisson juga memberikan semangat agar terus bangga menggunakan bahasa daerah masing-masing.

“Kalian adalah tunas bangsa dan penerus kebudayaan. Gunakan kesempatan ini untuk menampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas. Setiap kata dalam bahasa daerah menyimpan sejarah, doa, dan makna yang berharga,” pesannya.

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Kalbar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para guru, pendamping, dan semua pihak yang berperan dalam penyelenggaraan festival ini.

“Saya berharap FTBI menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas kebangsaan melalui pelestarian bahasa daerah,” tutup Harisson.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar, Dr. Uniawati, menjelaskan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang menyasar penutur muda.

“Tujuan festival ini adalah menumbuhkan kembali semangat generasi muda agar mau menuturkan dan melestarikan bahasa daerahnya. Kami berharap anak-anak menjadi penutur aktif dan bangga menggunakan bahasa daerah masing-masing,” jelas Uniawati.

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar pelestarian bahasa daerah saat ini adalah rendahnya kesadaran dari penuturnya sendiri.

“Lembaga bahasa berkomitmen melestarikan bahasa daerah, tetapi kuncinya ada pada penutur. Karena itu, kami fokus pada tunas-tunas muda agar mereka menjadi pelestari bahasa daerah di masa depan,” ujarnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda Kalbar untuk memperkuat kecintaan terhadap bahasa daerah, sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi. (mse/r)

 

Editor : Hanif
#generasi muda #kalbar #pelestarian budaya #jati diri bangsa #bangga #bahasa daerah #FTBI