PONTIANAK POST - Dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi guru di era pendidikan abad ke-21, Hamdil Mukhlishin, S.Pd., M.Pd., M.Si., dosen Universitas Muhammadiyah Pontianak, bersama tim pengabdian kepada masyarakat, melaksanakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengembangan Modul Ajar dengan Pendekatan Deep Learning” di SMAS Muhammadiyah Pontianak.
Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 24 September hingga 1 Oktober 2025. Pelatihan ini dirancang untuk membantu para guru memahami konsep dan praktik pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam penyusunan modul ajar.
Pendekatan ini menekankan pentingnya proses berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan reflektif bagi siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan kompetensi holistik.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta dilatih secara langsung untuk mengintegrasikan prinsip deep learning ke dalam modul ajar sesuai mata pelajaran yang mereka ampu. Selain itu, dilakukan pula sesi diskusi dan praktik penyusunan modul yang mendorong guru untuk lebih inovatif dalam merancang pembelajaran berbasis proyek, masalah, dan refleksi.
Kepala SMAS Muhammadiyah Pontianak, Ibu Widiyanti, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
“Kami sangat menyambut baik pelatihan ini karena dapat membantu guru-guru memahami serta menerapkan pendekatan deep learning dalam menyusun dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang agar guru-guru semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran modern,” ujarnya.
Sementara itu, Hamdil Mukhlishin menegaskan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari tanggung jawab akademisi dalam mendukung transformasi pendidikan di sekolah. “Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pendampingan nyata agar guru-guru mampu mengembangkan modul ajar yang tidak hanya memenuhi standar kurikulum, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari seluruh peserta. Para guru terlihat antusias mengikuti setiap sesi, baik dalam mendalami teori maupun praktik penyusunan modul ajar. Hasil akhir dari pelatihan diharapkan dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di SMAS Muhammadiyah Pontianak.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Pontianak dan SMAS Muhammadiyah Pontianak dapat terus berlanjut dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi dunia pendidikan. (sti/ser)
Editor : Hanif