PONTIANAK POST - Sebanyak 880 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Widya Dharma Pontianak (UWDP) merayakan kelulusan mereka dalam acara wisuda yang berlangsung di Qubu Resort, Kubu Raya, Senin (27/10). Acara ini menjadi momen bersejarah bagi para wisudawan dan wisudawati, yang telah menyelesaikan perjuangan panjang mereka dalam menempuh pendidikan tinggi.
Pada acara wisuda tahun akademik 2024/2025 ini, terdapat 471 wisudawan dari Program Studi Manajemen, 147 wisudawan dari Program Studi Akuntansi, 103 wisudawan dari Program Studi Sistem Informasi, 89 wisudawan dari Program Studi Informatika, 32 wisudawan dari Program Studi Bisnis Digital, dan 19 wisudawan dari Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris. Selain itu, ada 19 wisudawan dari Program Magister Manajemen.
Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Polycarpus Widjaja Tandra menyebut sejak angkatan pertama hingga saat ini, UWDP telah memiliki 20.418 alumni. Kepada seluruh alumni, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman adalah kunci keberhasilan.
“Ilmu tanpa iman tidak akan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," ujarnya. Polycarpus juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, yang semakin pesat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu belajar keterampilan yang relevan dengan industri dan terus beradaptasi.
Ia pun berharap lulusan untuk terus tekun belajar keterampilan yang dibutuhkan di industri yang akan dituju serta berjejaring dengan pihak-pihak yang bisa membantu dan mendukung cita-cita. Tak lupa untuk terus mengasah kepercayaan diri.
“Boleh percaya diri tapi tidak boleh sombong,” tegasnya.
Rektor UWDP, Hadi Santoso, dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik yang diterima hari ini adalah langkah awal dalam menghadapi dunia yang penuh dinamika dan persaingan.
"Dunia saat ini dipenuhi dengan perkembangan teknologi, seperti AI, otomatisasi, dan big data. Yang tidak mau berubah akan tergantikan,” katanya.
Hadi Santoso menyampaikan bahwa, di sisi lain, perubahan tersebut juga membuka banyak peluang baru. Ia juga menekankan bahwa selain kecerdasan intelektual, etika dan empati sangat penting dalam kehidupan profesional.
"Dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga orang yang jujur. Ia pun berpesan untuk tidak berhenti menjadi manusia yang baik.
Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Barat, Muhammad Akbar menegaskan bahwa setiap lulusan diharapkan tidak hanya mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
"Para wisudawan diharapkan memiliki kemampuan untuk memfilter hal negatif dan bisa memahami bagaimana menjadi warga negara yang baik yang berbakti pada masyarakat Kalbar," ujar Muhammad Akbar.
Ia menyatakan bahwa semakin banyak anak bangsa yang mengakses pendidikan tinggi, semakin baik untuk masa depan negara. Karena hal itu akan membuka peluang bagi mereka untuk berkembang menjadi individu yang lebih baik, cerdas, dan dapat berkontribusi dalam membangun berbagai bidang.
Saat ini, di Kalimantan Barat, terdapat lebih dari 40 perguruan tinggi swasta yang kini eksis, selain beberapa perguruan tinggi negeri.“Kalimantan Barat, seperti halnya daerah lainnya, tengah mengalami pertumbuhan yang pesat dan terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak bangsa,” sebutnya.
Dalam wisuda kali ini, terdapat sejumlah wisudawan mencatatkan prestasi akademik terbaik. Beberapa di antaranya adalah Catherine Grace dari Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris, yang meraih IPK 4,00, serta Stevani dan Evy Natalia dari Prodi Magister Manajemen, yang juga dengan IPK 4,00. Selain itu, beberapa wisudawan lain yang berprestasi termasuk Brandon (Prodi Sistem Informasi), Erika Leony (Prodi Akuntansi), Michelle Setiyanti (Prodi Studi Informatika), Sampoerna Dianto (Prodi Bisnis Digital), dan Vera (Prodi Manajemen). (sti)
Editor : Hanif