Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenag Kalbar: Guru Madrasah Harus Adaptif, Teladani Akhlak Rasulullah

Marsita Riandini • Senin, 27 Oktober 2025 | 14:44 WIB

 

Muhajirin Yanis
Muhajirin Yanis

PONTIANAK POST —  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Muhajirin Yanis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru madrasah atas dedikasi dan keikhlasan mereka dalam mendidik generasi bangsa.

Ia mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, sehingga guru madrasah dituntut untuk adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan spiritual. “Guru madrasah harus berilmu dan berakhlak. Mari kita banyakkan muhasabah, cinta profesi, dan meningkatkan kualitas diri,” pesan Muhajirin.

Dalam kesempatan itu, Muhajirin juga menyinggung perkembangan positif dunia madrasah. Jika dahulu madrasah sulit mendapatkan peserta didik, kini peminatnya justru semakin banyak hingga melebihi daya tampung.

“Wajah madrasah ditentukan oleh guru. Maka saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru madrasah yang telah mengabdi dengan tulus,” tambahnya.

Ungkapkan ini disampaikannya saat guru aparatur sipil Negara (ASN) Madrasah se Pontianak pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H/2025 M. Lebih lanjut, Muhajirin menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai momentum meneladani Rasulullah SAW sebagai sosok pendidik sejati.

“Rasulullah adalah guru yang digugu dan ditiru. Sebagai pendidik, kita harus menanamkan adab, ilmu, dan cinta kepada peserta didik. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk akhlak mulia,” ujarnya.

Ustaz Wajidi Sayadi, menyampaikan tausiyah tentang hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam ceramahnya, Wajidi mengajak para guru untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam menjalankan tugas pendidikan dengan penuh keikhlasan, kasih sayang, dan tanggung jawab moral.

“Guru memiliki peran suci dalam membentuk generasi berakhlak. Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama bagi setiap pendidik yang menebar ilmu dan kasih,” ujarnya.

Wajidi juga mengulas konsep ekoteologi yang digaungkan oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar. Menurutnya, konsep ini sangat relevan diterapkan di lingkungan pendidikan madrasah.

“Prof. Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa Islam bukan hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama dan alam semesta. Konsep ekoteologi menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan wujud ketaatan kepada Allah SWT,” ujar Wajidi.

Ia menambahkan, kesadaran ekologis perlu menjadi bagian dari pendidikan keagamaan agar peserta didik tidak hanya memahami nilai spiritual, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap lingkungan.

“Guru madrasah harus menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sebagai implementasi dari teologi rahmah. Menjaga bumi sama artinya menjaga amanah Allah,” tambahnya.

Ketua Panitia, Sholihin HZ dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kantor Kemenag Kota Pontianak, Universitas PGRI Pontianak, dan Kepala Madrasah se-Kota Pontianak.

“Peringatan Maulid ini menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan sinergi antarpendidik madrasah dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW,” pungkasnya. (mrd)

Editor : Hanif
#adaptif #guru madrasah #Muhajirin Yanis #nilai spiritual #peserta didik #Kemenag Kalbar