PONTIANAK POST – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui pelaksanaan uji cepat (rapid test) setiap hari.
“Selain memastikan kandungan gizi yang seimbang, SPPG juga secara rutin melakukan uji cepat menggunakan reagen khusus untuk mendeteksi potensi zat berbahaya seperti racun dan bahan kimia sebelum makanan disalurkan,” kata Ahli Gizi SPPG Polda Kalbar, Cici Nurparamita, di Pontianak, Minggu (27/10).
Menurutnya, pengawasan keamanan pangan dilakukan dengan standar ketat di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari, mencakup seluruh tahapan mulai dari pemilihan bahan mentah, pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan.
“Untuk food safety-nya sendiri kami benar-benar ketat. Kalau di dapur lain mungkin pengujiannya hanya sebatas organoleptik—mencium, merasa, atau melihat—tetapi di SPPG kami melakukan uji kimia menggunakan reagen setiap hari,” ujarnya.
Didukung Biddokkes Polda Kalbar
Cici menjelaskan, dukungan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalbar menjadi faktor penting dalam penerapan standar keamanan pangan tersebut. Melalui laboratorium mini, tim dapat mendeteksi secara cepat keberadaan zat pengawet atau bahan kimia berbahaya.
“Setiap hari keamanan pangan dicek menggunakan reagen. Jadi kami tahu secara pasti apakah makanan mengandung zat berbahaya atau tidak, bukan hanya menilai dari aroma atau warna,” katanya.
Sementara itu, Iptu Lijana Tajudin dari Biddokkes Polda Kalbar menambahkan, pemeriksaan kimia merupakan langkah antisipatif penting untuk memastikan makanan yang diterima anak-anak aman dikonsumsi.
“Pemeriksaan kimia mencakup empat jenis, yakni deteksi arsen, sianida, nitrit, dan formalin. Jika ada salah satu sampel terbukti mengandung zat tersebut, maka makanan langsung ditarik dan tidak disalurkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pengujian dilakukan menggunakan reagen dan alat laboratorium mini milik Biddokkes sebagai bentuk verifikasi ganda terhadap hasil pemeriksaan dari dapur SPPG.
Program MBG disalurkan kepada sejumlah penerima manfaat, terutama anak-anak TK dan SMP Kemala Bhayangkari di Kabupaten Kubu Raya.
“Melalui penerapan standar keamanan pangan yang ketat, SPPG Polda Kalbar berkomitmen menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak penerima manfaat di Kalimantan Barat,” kata Lijana.(ant/*)
Editor : Hanif