PONTIANAK POST - Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak Emiliana memandang, dengan dibukanya pusat jajanan kuliner malam di Jalan Asahan Pasar Rakyat Tengah, diharapkan mampu menjadi destinasi baru UMKM bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner malam. Dengan adanya kuliner malam, diharapkan juga lokasi tersebut tak lagi rawan kegiatan negatif khususnya di malam hari.
“Dengan menjadikan kawasan asahan pasar tengah sebagai lokasi UMKM kuliner malam, sebetulnya ini menjadi sesuatu yang baru dan segar. Karena di pasar tengah itu memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat, karena masih menjadi kawasan pertama pusat perdagangan pada zaman dulu,” ujar Emiliana kepada Pontianak Post, Selasa (28/10).
Jika pengemasan UMKM kuliner malam ini dilakukan dengan bagus, dia optimis ke depan kuliner malam di pasar tengah, bisa menjadi salah satu primadona kuliner malam yang ramai dikunjungi konsumen ketika datang ke Pontianak.
Menurutnya Dinas Perdagangan sebagai leading sektor dari terciptanya pusat UMKM kuliner malam di sana, diharap juga bisa mengemas kegiatan ini dengan rapi dan baik. Sebab ada beberapa perhatiannya, yaitu soal sampah dan kotoran habis jualan sudah harus dibersihkan ketika selesai berjualan.
Begitu juga dengan ketersediaan tempat sampah bagi pengunjung yang menikmati kuliner malam harus disiapkan juga. Dengan demikian, setelah makan dan minum di sana, konsumen bisa membuang ke tempat sampah yang sudah disediakan oleh pemerintah.
Agar semakin bagus, pemerintah diharap mampu menyediakan hiburan di sana. Seperti acara musik atau hal-hal lain yang menarik yang bisa dikolaborasikan. Dengan demikian, ketika masyarakat datang ke sana, mendapatkan banyak hiburan dan UMKM kulineran bisa hidup.
Jika suasana malam di pasar tengah semakin ramai, dia pun yakin jika aksi kriminalitas dan cap daerah rawan ketika malam hari, akan hilang secara sendirinya. Sama juga dengan daerah Pasar Sudirman, yang di malam hari dulunya sepi, kini justru mulai ramai karena di lokasi sana pelan-pelan juga dijadikan lokasi usaha bagi anak-anak muda untuk berjualan. Salah satunya kedai-kedai kopi dengan disertai hiburan musik.
“Keterlibatan anak-anak muda dalam menumbuhkan jenis usaha-usaha kreatif perlu kita dukung. Semakin banyak kawasan kulineran malam baru semakin bagus. Saya pikir ini juga menjadi upaya kita untuk menumbuhkan Pontianak sebagai kota dengan pelayanan jasa terbaik untuk semua tamunya yang datang ke sini. Saya juga berharap ke depan semakin banyak destinasi kuliner baru muncul di tiap kecamatan," ujarnya.(iza)
Editor : Hanif