PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur menyebutkan, masyarakat menginginkan infrastruktur jalan, pendidikan, dan rumah ibadah yang layak.
“Warga berharap agar pembangunan tidak hanya berpusat di kota Pontianak, tapi juga merata sampai ke desa-desa,” ujar Prabasa di Pontianak, kemarin.
Keluhan soal kondisi jalan menjadi tema besar yang berulang di hampir setiap titik reses. Banyak warga mengeluhkan jalan lingkungan dan akses antar desa yang rusak akibat dilalui kendaraan berat serta kurangnya perawatan.
“Setiap titik rata-rata mengusulkan perbaikan jalan lingkungan. Mereka bilang, jangan hanya bangun di kota. Pontianak sudah bagus, tapi jalan-jalan di desa masih banyak yang rusak,” kata Prabasa.
Selain jalan lingkungan, warga juga menyoroti jalan usaha tani, yang menjadi urat nadi kegiatan ekonomi masyarakat agraris Sambas. Menurut Prabasa, jalan tani yang baik akan mempercepat mobilitas hasil panen dan menurunkan biaya logistik petani.
"Sambas ini kan salah satu basis pertanian di Kalbar. Kalau jalan usaha tani diperbaiki, hasil panen bisa cepat keluar dan nilai ekonomi petani meningkat,” jelasnya.
Masalah lain yang mencuat dalam reses tersebut adalah akses ke sekolah menengah atas, yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Salah satu contoh yang disampaikan masyarakat adalah SMA Negeri 1 Tangaran, yang berdiri sejak kecamatan Tangaran memisahkan diri dari Tebas.
“Sekolahnya sudah ada dan warga bersyukur. Tapi akses jalannya menuju sekolah rusak, hanya dua lokal, dan infrastrukturnya belum memadai. Ini perlu perhatian agar anak-anak bisa belajar dengan layak,” tutur Prabasa.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menata infrastruktur pendidikan, terutama untuk sekolah-sekolah di wilayah pedesaan.
Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam, masyarakat Sambas juga banyak mengusulkan bantuan renovasi rumah ibadah. Bangunan masjid dan surau di beberapa titik disebut sudah berusia tua dan memerlukan perbaikan.
“Mereka tidak minta mewah, hanya ingin rumah ibadahnya layak. Karena banyak yang sudah sederhana sekali, bahkan butuh peningkatan fasilitas,” kata politisi senior Golkar Kalbar ini.(den)
Editor : Hanif