Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

KAHMI Kalbar Diminta Jawab Tantangan Dehumanisasi, Harisson Ajak Kader Perkuat Soliditas

Novantar Ramses Negara • Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:27 WIB

 

SAMBUTAN: Ketua Dewan Penasehat MW KAHMI Kalbar, Prof. Dr. H. Chairil Effendy, M.S  saat memberi sambutan dalam peringatan Maulid Nabi dan Konsolidasi KAHMI se-Kalbar di Pontianak, Sabtu (25/10).
SAMBUTAN: Ketua Dewan Penasehat MW KAHMI Kalbar, Prof. Dr. H. Chairil Effendy, M.S saat memberi sambutan dalam peringatan Maulid Nabi dan Konsolidasi KAHMI se-Kalbar di Pontianak, Sabtu (25/10).

PONTIANAK POST – Ratusan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Barat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah yang dirangkaikan dengan Silaturahmi dan Konsolidasi KAHMI se-Kalbar di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (25/10). Acara dimulai dengan pembacaan shalawat, kitab Al-Barzanji, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat yang juga Ketua Umum Majelis Wilayah (MW) KAHMI Kalbar, dr. Harisson, M.Kes., bersama Wali Kota Pontianak, Wakil Bupati Bengkayang, serta para tokoh dan pengurus KAHMI dan HMI dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Harisson menegaskan bahwa KAHMI merupakan kelanjutan dari proses kaderisasi HMI yang menumbuhkan semangat keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas. Ia menyebut, KAHMI berperan sebagai wadah untuk melanjutkan semangat perjuangan dan kebersamaan yang telah terbina sejak masa mahasiswa.

“KAHMI memiliki peran strategis dalam melahirkan kader bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas. Karena itu, silaturahmi dan soliditas antaralumni harus terus dijaga, terutama dalam meneguhkan nilai-nilai Islam di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

Harisson juga mengingatkan pentingnya berpikir ilmiah dan berbasis data dalam menyikapi perbedaan pandangan di internal organisasi. Menurutnya, perbedaan justru menjadi kekuatan apabila dikelola dengan bijak dan dilandasi semangat intelektualisme.

Kegiatan tersebut turut menampilkan Pidato Kebudayaan oleh Ketua Dewan Penasehat MW KAHMI Kalbar, Prof. Dr. H. Chairil Effendy, M.S., yang juga Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar periode 2023–2028. Dalam pidatonya bertema “Menjawab Dehumanisasi Indonesia: Sintesis NDP HMI, Islam Inklusif, dan Teologi Transformatif sebagai Solusi,” Prof. Chairil mengajak kader KAHMI untuk merefleksikan kembali Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI di tengah krisis moral dan kemanusiaan yang melanda bangsa.

Ia menilai fenomena dehumanisasi yang terjadi saat ini mencerminkan kian tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial. Karena itu, KAHMI harus tampil sebagai kekuatan moral dan intelektual yang menegakkan nilai-nilai Islam secara substantif. “Islam tidak hanya diamalkan secara ritual, tetapi juga sosial dan kultural. Ia harus menjadi kekuatan pembebasan dari kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan,” tegasnya.

Chairil menutup pidatonya dengan menyerukan pentingnya kolaborasi antaralumni lintas bidang untuk memperkuat peran KAHMI dalam membangun masyarakat Kalimantan Barat yang adil, beradab, dan berkemajuan. “Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan KAHMI yang inklusif, berdaya, dan relevan bagi kemanusiaan,” pesannya. (mse)

Editor : Hanif
#solid #harisson #Silaturahmi #KAHMI KALBAR #krisis kemanusiaan #Kekuatan moral #kader #Intelektual